
JAKARTA, BeritaAktual.co – Pandemi COVID-19 menjadi wabah global sepanjang sejarah, tak heran jika seluruh dunia sedang berlomba lomba mengembangkan dan mendistribusikan vaksin COVID-19 tersebut hingga menimbulkan perang strategis diantaranya.
Sebelumnya, pemerintah China dan kalangan swasta di sana telah menyalurkan sumber daya yang sangat besar untuk memproduksi vaksin. Para ahli pun mengatakan perusahaan China telah mengembangkan empat dari belasan vaksin potensial yang saat ini sedang diuji di seluruh dunia. bahkan beberapa negara diantaranya menyatakan keinginannya agar Indonesia menjadi pusat produksi dan distribusi vaksin buatan China di seluruh kawasan.
Terkait hal itu, Anggota DPR-RI Dapil Papua Barat, Rico Sia mengatakan ia sangat yakin bahwa vaksin merah putih milik Indonesia lebih TOP dari negara manapun. Alasan utamanya adalah, mikroba yang dipakai untuk uji obat vaksin merah putih adalah mikroba yang mampu bertahan di segala tempat, bahkan di tempat terkotor pada ekosistem negara kita.
“Kenapa harus impor vaksin yang belum diuji coba di negaranya sendiri malah mau bawa ke Indonesia untuk diuji coba? kan Aneh! ,” ujar Rico kepada BeritaAktual.co Selasa sore, 03 November 2020.
Dikatakan Rico, jika vaksin dari China diproduksi di Indonesia, lantas bagaimana dengan dengan vaksin merah putih yang sementara di uji coba. Sebaiknya menurut Rico, vaksin merah putih jika sudah uji klinis maka kita bisa memproduksi sebanyak banyaknya untuk masyarakat. Lebihnya kita jual untuk bantu percepatan pemulihan ekonomi.
Diakui Legislator NasDem asal Papua Barat ini bahwa ia sudah mencium keanehan sejak adanya saling komplain antar anak bangsa. Terutama saling curiga yang ujung ujungnya hanya akan memperlambat proses pengujian sampai dengan pematenan vaksin tersebut.
Untuk itu Rico Sia menyarankan pemerintah untuk lebih mengutamakan vaksin merah putih yang diperjuangkan bersama. “Kemana iman dan semangat kita indonesia yang dulu ada, apakah sudah luluh? AYO, mari selesaikan tekad kita bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Produsen. “KITA BISA” pungkas Rico [dwi]







