
SORONG, BeritaAktual.co – Warga Kota Sorong mendadak membanjiri sejumlah Supermarket dan Pasar tradisional remu, untuk membeli persediaan bahan pokok makanan (bapok). Ini terjadi pasca beredarnya informasi di kalangan masyarakat bahwa sejumlah toko bahkan pasar akan ditutup selama 3 hari dikarenakan antisipasi virus Corona. Kamis, 9 April 2020.
Sontak masyarakat langsung membanjiri pasar sejak Kamis pagi, 9 April 2020 pukul 06.00 WIT dini hari. Pasar yang biasanya terlihat normal, semenjak merebaknya isu wabah corona itu mendadak sesak.
Media ini pun menyasar ke pasar ikan di Jembatan Puri, Klademak, Kota Sorong, warga nampak berdesak-desakan untuk memborong kebutuhan bahan komoditi untuk dijadikan stok selama beberapa hari.

Salah satu warga, Nur, mengatakan ia membeli ikan dengan jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan stok dirumah untuk beberapa hari kedepan. Ia mengaku panik setelah beredarnya video Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau menginstruksikan bahwa mulai tanggal 10-12 April 2020 seluruh masyarakat harus berada di rumah dan tidak diperbolehkan beraktivitas di luar.
“Saya beli banyak untuk kebutuhan beberapa hari, di video Walikota kan katanya tidak boleh beraktivitas di luar selama 3 hari. Saya takut toko juga tutup. Kalau saya tidak beli banyak nanti tidak ada kebutuhan makanan selama dirumah, itu yang saya khawatirkan,”ujar Nur .
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 kota Sorong, Rudy laku menyampaikan bahwa kebijakan tersebut ditunda dan akan diputuskan usai Walikota Sorong melakukan rapat bersama Muspida.

“Saya klarifikasi rencana kegiatan serentak berhenti total selama 3 hari yang sudah sempat beredar, setelah saya mengkonfirmasikan ini kepada bapak Walikota dan meminta petunjuk beliau, informasi yang sudah tersebar itu akan dipertimbangkan sesudah rapat dengan Muspida. Jadi kebijakan itu dipending, bapak ibu tidak perlu resah menanggapi informasi tersebut,”terang Rudy. [*/dwi]







