
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah pusat bersama pemerintah Provinsi dan daerah akan terus berkolaborasi serta berupaya untuk menangani kondisi jalan yang rusak di kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Tercatat 6.000 orang masih mengungsi, sehingga proses pemulangan masyarakat terdampak konflik insiden tahun 2021 ke kampung mengalami kendala. Ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsi Maybrat dan Program Makanan Bergizi yang digelar di Hotel Vega Sorong pada Rabu, (23/4/2025).
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan menyampaikan, selain pemerintah pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat yang terdampak.
Terkait dengan hal ini, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut mengalami kendala, meski pentingnya penyesuaian metode pelaksanaan di Papua, mengingat kondisi geografis dan sosialnya berbeda dari wilayah lain. Hal ini akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami paham akan kondisi geografis papua berbeda dari wilayah lain, untuk itu kami harap semua berjalan sesuai yang direncanakan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan penanganan secara bertahap. Misalnya, di beberapa distrik yang masih belum sepenuhnya pulih akibat buruknya akses jalan, khususnya di wilayah Aifat Timur, Aifat Timur Selatan, Aifat Timur Jauh, dan Aifat Timur Tengah.
“Akses jalan dari Maybrat ke Teluk Bintuni adalah ruas strategis nasional dan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Saat ini ada titik jalan yang nyaris putus karena curah hujan yang tinggi agari harus segera ditangani agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal,” jelas Ferdinando.
Ferdinando juga menambahkan bahwa banyak anak-anak dari distrik terdampak kini terpaksa bersekolah di Sorong karena kondisi infrastruktur yang belum memadai. Pastinya, pemerintah daerah bersama pihak provinsi dan pusat sepakat untuk segera mengadakan konsultasi guna memastikan percepatan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah terdampak.
Mendengar yang disampaikan Wakil Bupati Maybrat, Munafrizal Manan mengapresiasi yang dilakukan pemerintah daerah. “Kami cukup gembira mendengar bahwa penanganan ini telah dilakukan. Meskipun bukan pekerjaan sederhana, kami sangat apresiasi seluruh unsur Forkopimda, khususnya kabupaten Maybrat yang telah bekerja keras,” ujar Munafrizal.
Munafrizal Manan menambahkan, meski demikian masih ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti, yaitu penyediaan sekolah, pelayanan kesehatan, dan terutama perbaikan akses jalan. Karena bagaimanapun jalan adalah kunci konektivitas sosial.
“Akan kami komunikasikan ke kementerian terkait agar menjadi perhatian serius,” pungkasnya.
Rapat dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, pimpinan OPD, unsur TNI dan Polri. (Mar)







