
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Kerukunan Keluarga Sangihe Talaud (K2-SATAL) kota Sorong menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV yang berlangsung di Aula SUPM kota Sorong Papua Barat Daya, Senin (12/5/2025).
Mengusung tema “Megiong Kanoa-Sehati, Sepikir, Satu Tujuan Untuk Kesejahteraan Bersama,” kegiatan dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota Sorong, pengurus, anggota K2-SATAL, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutan Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H., MPA., yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jeremias Gembenop, S.Sos., M.H., Asisten I menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda IV K2–SATAL untuk memperkuat persatuan, memperkokoh visi misi bersama, serta mempererat semangat gotong royong di tengah keberagaman masyarakat kota Sorong.
“Kerukunan keluarga Sangihe Talaud telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika pembangunan di kota sorong. Kontribusi masyarakat Sangihe Talaud sangat besar, baik dalam aspek Sosial, budaya, ekonomi maupun kemasyarakatan,” ujar Asisten I Jeremias Gembenop.

Menurut Jeremias Gembenop, musyawarah daerah seperti ini adalah momentum penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan, membangun visi misi bersama, serta memperkokoh semangat gotong royong di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan Kota Sorong.
“Saya berharap musyawarah ini dapat menghasilkan kepemimpinan organisasi yang kuat, menghasilkan berbagai program kerja yang relevan, serta tetap menjunjung nilai-nilai adat dan budaya dan kearifan lokal yang luhur. Mari kita jaga terus suasana harmonis dan damai di kota Sorong. Perbedaan adalah kekuatan, dan kebersamaan adalah kunci untuk membangun kota yang maju, inklusif, dan sejahtera bagi semua,” terang Asisten I Jeremias Gembenop.
Ketua Umum K2-SATAL Thepius Bolsantimuhe menyampaikan, pelaksanaan musda ini merupakan kelanjutan dari program-program setiap badan pengurus dalam melaksanakan tugas tanggung jawab selama periode 5 tahun sebelum berakhir masa tugasnya.
Dikatakan Thepius, kerukunan keluarga Sangihe Talaud berdiri sejak tahun 1969 dan memulai sistem demokratis dan organisasi di kota Sorong pada tahun 2011. Yang mana Musda ini merupakan suatu Konstitusi tertinggi organisasi kerukunan keluarga Sangihe Talaud untuk menjalankan tugas yang baru apabila terpilih anggota, harus sesuaikan dengan program-program yang sudah diputuskan dalam musda ini.
“Kami berharap kedepan kerukunan keluarga masyarakat Sangihe Talaud secara person, dan keanggotaan lebih diberdayakan, terutama kami sangat berharap pemerintah kota Sorong melihat bahwa kehadiran orang tua-tua kita pendahulu masuk dengan membawa injil. Maka kami sangat berharap bahwa keterlibatan pemberdayaan orang Sangihe Talaud di dalam pemerintahan,” tandasnya.
Acara pembukaan Musda IV K2-SATAL diawali dengan penabuhan tifa dan penyematan tanda peserta sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan Musda. Dengan semangat “Megiong Kanoa,” Musda IV K2-SATAL diharapkan dapat menjadi wadah konsolidasi masyarakat Sangihe Talaud untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan kota Sorong. (Mar)





