
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Mantan Walikota Sorong dua periode (2012-2017 dan 2017-2022), Lamberthus Jitmau mengatakan perjuangan panjangnya dalam membangun infrastruktur vital di kota Sorong. Dua di antaranya, pengembangan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) dan Pelabuhan Sorong yang kini menjadi pilar pertumbuhan ekonomi wilayah kepala burung.
Ini disampaikan Lambert dihadapan awak.media, pasalnya Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong kini telah berganti status dari Bandara domestik menjadi bandara Internasional. Peningkatan status Bandara DEO Sorong menjadi Bandara Internasional, diumumkan usai pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, yang berlangsung di Kodaeral XIV Sorong, Minggu (17/8/2025).
Lambert yang juga sebagai Tokoh Pembangunan itu menceritakan, sejak awal dirinya menyadari kota Sorong tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) besar seperti daerah lain. Namun, terdapat Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai modal utama menggerakkan roda ekonomi kota.
Meski demikian, Lambert yang juga Tokoh Pembangunan itu menyadari bahwa untuk dapat menjadikan kota Sorong menjadi kota termaju dan pintu gerbang di tanah Papua, berbagai upaya pun dilakukannya. Salah satunya, memindahkan bandara yang dulunya berada di Pulau Jefman ke kota Sorong. Bahkan, menghadap langsung Menteri Perhubungan saat itu untuk memperjuangkan pengembangan Bandara Deo. Namun lanjut Lambert, jalan tidak mulus, kendala terbesar yakni ganti rugi lahan dan relokasi rumah warga, termasuk fasilitas ibadah.
“Karena menghadapi manusia itu lebih rumit daripada batu dan pasir. Saya datangi mereka, bicara baik. Ada yang dukung, ada yang menolak. Namun saya punya niat harus lakukan perubahan. Akhirnya semua selesai, bahkan saya bangun rumah baru bagi warga di Jalan Victory,” kenangnya. Selasa, (19/08/2025).
Meski kota Sorong tidak punya sumber daya alam yang besar, tetapi ia yakin Sorong mempunyai sumber daya manusia, mereka bisa menciptakan fasilitas jasa dari tidak ada menjadi ada. ltu yang menggerakkan ekonomi di kota ini.
Dalam proses ganti rugi pembangunan bandara Deo itu lanjut Lambert, gayung bersambut, dukungan datang dari Gubernur Papua kala itu, Jaap Solossa yang membantu anggaran ganti rugi sekitar Rp49 miliar.
Tak hanya Bandara, dirinya juga memperjuangkan pengembangan Pelabuhan Sorong, yang kala itu masih warisan Belanda dan hanya bisa melayani satu kapal. Ia bahkan mengajak Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo untuk meninjau langsung kondisi pelabuhan secara lebih dekat.
“Saya bilang ke Pak Jokowi, kapal antre 30 sampai 40 kapal . Biaya tinggi, harga barang jadi mahal, daya beli masyarakat lemah. Akhirnya beliau perintahkan pembangunan pelabuhan baru, dan itu selesai cepat sekali,” paparnya.
Selain itu bandara dan pelabuhan, dirinya dirinya juga perjuangan membebaskan lahan untuk pembangunan jalan dua jalur dari kilometer 12 hingga kilometer 18 yang menjadi batas kota dan kabupaten Sorong, yang menelan biaya besar karena mahalnya harga tanah. Ia juga harus bernegosiasi langsung dengan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk pemilik rumah dan ruko besar.
“Kadang ganti rugi tanah lebih mahal daripada bangun fisiknya. Namun saya lakukan karena kalau tidak, pembangunan jalan dua jalur dan lampu jalan tidak akan terwujud,” tegasnya.
Menurutnya, kerja keras membangun infrastruktur berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kota Sorong. “Selama 10 tahun saya pimpin, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 8,7 persen. Nasional saja 5,8 persen. Itu karena uang dari lima kabupaten sekitar semua habisnya di Kota Sorong,” ungkapnya.
LJ juga membeberkan, kehadiran hotel, pasar, dan fasilitas publik, hingga stadion menjadi bukti nyata perjuangannya yang dinikmati masyarakat.
Pada kesempatan itu, Lambert menitip pesan agar pemerintah berikutnya tidak hanya merobohkan apa yang sudah ada, tetapi melanjutkan dan memperbaiki warisan pembangunan.
“Yang perlu dijaga, jaga. Kalau mau bongkar, silahkan, tapi bangun lebih baik dari itu. Karena pembangunan tidak jatuh dari langit. Butuh keberanian untuk berbuat, bukan hanya bicara. Saya harus berbuat untuk anak cucu Papua,” pungkasnya. (***/Mar)







