
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peluang Bisnis Online”, yang diprakarsai oleh Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau Ambon.
AMBON, BeritaAktual.co – Plt Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Sulian Sedubun mengaku, jika media digital atau online sangat bermanfaat, untuk mengembangkan ekonomi kreatif.
Demikian disampaikan Sedubun dalam paparannya, saat menjadi narasumber dalam kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peluang Bisnis Online”, yang diprakarsai oleh Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau Ambon, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran jemaat.
Kegiatan ini juga digelar, dalam upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital di kalangan jemaat, untuk pemanfaatan media digital, dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Selain menghadirkan Sulian Sedubun sebagai narasumber, kegiatan ini juga menghadirkan Staf Bidang e-Government, Gilbert Matitaputty.
Sedubun mengatakan, digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi kunci penting, dalam mendukung implementasi Smart City di Kota Ambon.
“Digitalisasi UMKM dapat meningkatkan daya saing, mendorong terwujudnya cashless society, memperluas inklusi keuangan, serta memastikan transaksi yang cepat, aman dan transparan,” kata Sedubun, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima wartawan, di Ambon, Sabtu (27/9/2025).
Sedubun juga menekankan tentang pentingnya pemanfaatan internet dan media sosial, sebagai sarana untuk promosi, edukasi, serta perluasan pasar.
“Digital marketing dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk memperluas jangkauan UMKM, mempromosikan pariwisata daerah, serta memperkenalkan potensi lokal ke pasar nasional bahkan internasional. Melalui pelatihan yang tepat, dukungan teknologi, dan strategi promosi yang baik, kita bisa menjadikan digital marketing sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Ambon,” sebut dia.
Sementara itu, Staf Bidang e-Government, Gilbert Matitaputty dalam materinya yang berjudul “Peluang di Internet” mengajak peserta, untuk melihat internet bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai ruang tak terbatas untuk belajar, berkarya dan bertumbuh.
Gilbert kemudian menekankan tentang pentingnya membangun personal branding, membuat konten yang relevan dengan citra diri dan tren media sosial, serta menjaga konsistensi komunikasi dengan followers.
“Media sosial adalah etalase digital yang bisa dimanfaatkan siapa saja. Dengan strategi yang tepat, setiap individu memiliki peluang untuk membangun usaha, memperkuat pengaruh, dan membuka kesempatan baru,” sebut dia.
Gilbert berharap melalui kegiatan ini, generasi muda khususnya konten kreator dan pelaku UMKM di lingkungan gereja, dapat lebih siap dan percaya diri, dalam memanfaatkan dunia digital sebagai bagian dari pelayanan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.




