
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Dilema banjir yang melanda kota Sorong, Papua Barat Daya kurang lebih 25 tahun, berdampak besar menurunnya nilai investasi dari investor, dan masyarakat yang menginvestasi uangnya di tanah dan rumah.
Edy Mangun, Warga Sorong yang tinggal di kawasan Malanu mengatakan, dredging atau pengerukan kali Remu dari hilir dan muara menjadi salah satu penyebab utama cerita banjir tak kunjung usai
“Dulu waktu saya masih kecil, air di sekitar sini masih dalam, perahu pun bisa masuk dan air jernih, Tapi sekarang, terutama di muara kali Remu, sudah terjadi pendangkalan. Akibatnya, saat air laut pasang dan air hujan turun, air tidak bisa mengalir lancar. Bahkan bisa kembali meluap ke rumah-rumah warga dan menyebabkan banjir,” ujarnya Edy belum lama ini.
Meski demikian, Edy mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang telah memasang talut dan pembatas luapan air. Namun jika masalah di hilir tidak ditangani secara tuntas, maka banjir akan tetap cerita tanpa jilid, karena banjir sudah terjadi sejak tahun 2000 dan hingga kini belum ada solusi menyeluruh. Tentunya, hal ini berdampak langsung pada masyarakat yang telah berinvestasi di bidang properti.

Jika hal ini dibiarkan lanjut Edy Mangun menambahkan, kota Sorong sebagai kota jasa juga dan Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya, selain menghambat masuknya investor juga akan berpengaruh pada pengembangan kawasan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Investor pasti berpikir dua kali mau datang kalau kota ino selalu banjir. Ini kota, bukan kabupaten yang punya sumber daya alam besar. Kalau banjir terus, siapa yang mau berinvestasi?,” tanya Edy.
Edy Mangun berharap, dengan status baru kota Sorong sebagai ibu kota Provinsi, langkah nyata koordinasi pemerintah daerah dengan Kementerian bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. Sehingga masalah banjir dapat diatasi. Edy Mangun juga juga mendorong adanya kerjasama lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan banjir, mulai dari muara hingga kawasan pelabuhan.
“Kalau dulu harus ke Provinsi Papua Barat dulu, sekarang kan sudah ada Provinsi Papua Barat Daya, bisa langsung ke Kementerian. Mari kerja bersama, atasi masalah ini juga bersama-sama sehingga persoalan banjir tidak terjadi lagi,” tutupnya (Mar)







