
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Terkait pemberitaan yang dimuat sejumlah media online di Sorong dengan judul “Istri Oknum Pejabat di Wali Kota Sorong Diduga Aniaya ASN” dan menyeret nama Asisten I Bidang Pemerintahan kota Sorong.
Berikut, Hak Jawab Jermias Gembenop selaku Asisten I Pemerintah Kota Sorong di hadapan awak media bertempat di Sorong Cafe, Kamis malam (30/10/2025)
Tempat Kejadian (Locus Delicti) penganiayaan benar terjadi di ruang kerja Asisten I Pemerintah kota Sorong, namun, bukan dirinya yang melakukan, merencanakan dan menginisiasi penganiayaan tersebut. Penganiayaan ini terjadi secara spontanitas.
Terkait dengan narasi berita tentang Ditawari Minuman Beralkohol (Bir) di dalam ruangan Asisten I Pemerintah kota Sorong, itu tidak benar adanya.
Jermias memaparkan, peristiwa ini berawal saat korban LS yang merupakan Pegawai Kelurahan hendak menemui temannya (Kabag Hukum) di Kantor Wali Kota Sorong, tetapi karena temannya sulit dihubungi, sehingga LS menghubungi Pak Otto (Kabag Adm Pembangunan kota Sorong) via telepon, dan Pak Otto menyarankan untuk LS datang ke ruangan kerjanya Pak Otto. Kemudian terjadi pembicaraan yang mengarah ke peningkatan jabatan. Lalu dijelaskan oleh Pak Otto mengenai jabatan struktural adalah kewenangan dari Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Kesra.
Setelah Pak Otto menjelaskan mengenai jabatan struktural kepada LS, Pak Otto kemudian menelpon dan meminta izin kepada Asisten I untuk menjelaskan maksud pengurusan Korban LS di Kantor Wali Kota Sorong (seperti poin di atas), kemudian diijinkan oleh Asisten I untuk mengantarkan korban LS ke ruangan Asisten I.
Setelah korban LS masuk ke ruangan dan berdiskusi dengan Asisten I tentang maksud tersebut, disaksikan oleh Pak Otto dan beberapa orang lainnya (semua dalam keadaan sadar tanpa dipengaruhi miras). Tiba-tiba muncullah istri dari Pak Asisten I, melihat keberadaan LS, setelah itu langsung pergi meninggalkan ruangan.
Beberapa saat kemudian, Istri Pak Asisten I (pelaku) kembali ke ruangan kerja Asisten I dan melihat LS masih berada di ruangan kerja Asisten I bersama teman-teman lainnya, tanpa berbicara panjang lebar, istri Pak Asisten I (pelaku) kemudian menanyakan LS “Ibu pu suami dimana” sembari menuju ke arah LS kemudian menjambak korban. Korban LS saat itu duduk di kursi roda, karena reflex akhirnya korban LS terjatuh dari kursi roda.
Saat itu pula Asisten I langsung meminta bantuan Jodi Pameo (TNI) untuk mengamankan korban. Setelah kejadian itu korban langsung beranjak pulang ke rumahnya.
Oleh karena itu, bersama ini saya ingin meluruskan pemberitaan yang terkesan menyudutkan saya secara pribadi bahkan mencoreng nama baik pemerintah kota Sorong.







