
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Dinas Kebakaran, Penyelamatan Penanggulangan Bencana (DKP2B), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar Pembukaan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan, Penanggulangan, dan Penyelamatan Non-Kebakaran yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sorong, Kamis (20/11/2025).
Dalam sambutan Staf Ahli Bidang Otonomi Khusus Beatriks Msiren menyampaikan, seluruh kabupaten/kota di provinsi memiliki kemampuan, kesiapsiagaan, dan standar pelayanan yang baik dalam menghadapi ancaman kebakaran maupun insiden non-kebakaran yang semakin kompleks. “Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pelatihan, tetapi investasi besar bagi keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, wilayah PBD memiliki risiko bencana yang beragam, mulai dari kebakaran pemukiman dan lahan, kecelakaan transportasi, kondisi darurat di fasilitas publik, hingga penyelamatan evakuasi hewan buas, penanganan bahan berbahaya, dan kondisi kedaruratan medis. Semua hal membutuhkan aparatur yang terlatih, tangguh, profesional, dan cepat bertindak.

Untuk itu, pemerintah provinsi terus mendorong penguatan kapasitas personel Damkar, penyelamatan, dan Satpol PP melalui pendidikan, pelatihan, penyediaan peralatan, serta peningkatan koordinasi antarinstansi. “Kita ingin memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam kesiapsiagaan dan respons darurat,” tegasnya, menambahkan pentingnya sinergi antar kabupaten/kota karena bencana tidak mengenal batas administrasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran, Penyelamatan, Penanggulangan bencana (DKP2B) Vicky Baay S.IP, menyampaikan, bimtek ini bertujuan meningkatkan intensitas tenaga Damkar dalam menanggulangi bencana kebakaran dan non-kebakaran.
Ia menekankan agar peserta serius memanfaatkan momen ini untuk menyerap ilmu dan keterampilan, baik teori maupun praktek termasuk simulasi penggunaan peralatan dan teknis pemadaman.
“Instruktur yang kami undang berasal dari unit Damkar Bandara Deo yang memiliki jam terbang yang cukup baik, sehingga perlu diberikan perhatian khusus kepada tenaga muda Damkar,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga diajarkan tentang koordinasi dan sinergitas antar instansi seperti BPPD, TNI, Polri, dan pihak swasta untuk memastikan respon cepat dan tepat dalam situasi darurat.
Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas dan profesionalisme seluruh petugas Damkar di kabupaten/kota dan provinsi, sehingga mereka siap melindungi jiwa dan aset masyarakat. Akhirnya, penyelenggaraan bimtek ini juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah provinsi kepada DKP2B dan Satpol PP yang telah menyelenggarakannya, serta seluruh pihak yang bekerja menjaga keamanan masyarakat.







