
Lapas Kelas III Wahai, saat menggelar skrining kesehatan massal untuk mendeteksi dini TBC, Rabu (19/11/2025).
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menunjukkan komitmen kuat, dalam menjaga kesehatan warga binaan dengan menggelar skrining kesehatan massal untuk mendeteksi dini Tuberkolosis (TBC), Rabu (19/11/2025).
Kegiatan yang menyasar seluruh warga binaan ini merupakan bagian dari program ‘Siaga TBC 2025’, dan sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan ‘Indonesia Bebas TBC Tahun 2030’.
Skrining kesehatan ini dilakukan melalui rontgen dada, sebuah metode yang efektif untuk mendeteksi TBC, terutama pada tahap awal penyakit.
Langkah ini sangat penting, mengingat Lapas merupakan lingkungan yang rentan terhadap penularan penyakit menular.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nomor PAS.6.PK.07.03-442, yang menekankan pentingnya penemuan kasus TBC melalui rontgen dada di seluruh Rutan, Lapas, dan LPKA di Indonesia.
Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya menyambut baik inisiatif ini, dan menegaskan dukungannya terhadap kerjasama antara Ditjenpas dan Global Fund. Kehadiran tim vendor Tirta Medical Center (TMC) menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
“Kami sangat antusias dengan kehadiran Tim TMC untuk melakukan skrining aktif rontgen dada bagi seluruh 48 warga binaan kami. Ini adalah wujud keseriusan kami dalam menekan angka kasus TBC di lingkungan Lapas. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk mendapatkan akses kesehatan yang layak, cepat, dan terukur. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan lingkungan Lapas yang sehat dan aman,” ujar Kalapas.
Tim TMC yang beranggotakan delapan orang, terdiri dari dua spesialis radiologi, empat admin Sistem Informasi Tuberkulosis, seorang dokter, dan seorang tenaga pendamping dari Dinas Kesehatan Maluku Tengah.
Selain itu, dukungan juga datang dari Puskesmas Kesehatan Wahai yang mengirimkan dua petugas untuk membantu kelancaran kegiatan.
Ketua Tim TMC, Safitri Wulandari, menjelaskan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjalankan skrining sesuai dengan standar medis yang berlaku.
“Kami akan menghadirkan layanan rontgen yang berkualitas dan akurat. Tujuan kami adalah untuk mendeteksi kasus TBC sedini mungkin, termasuk kasus asimptomatik atau laten. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, kita dapat memutus mata rantai penularan di dalam Lapas dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga binaan dan petugas,” jelas Safitri.
Perwakilan dari Puskesmas Kesehatan Wahai, Restiani Ode menambahkan, bahwa kegiatan skrining massal ini merupakan langkah strategis dalam upaya pengendalian TBC.
“Kerjasama lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama. Kami dari Puskesmas Wahai siap memberikan pendampingan dan tindak lanjut medis bagi warga binaan yang hasil pemeriksaannya memerlukan penanganan lebih lanjut. Semakin cepat TBC ditemukan, semakin cepat pula kita dapat memulai pengobatan dan mencegah penyebarannya,” ungkap Restiani Ode.
Program skrining TBC ini juga mendapatkan sambutan positif dari para warga binaan.
Salah seorang warga binaan dengan inisial ‘HB’ mengungkapkan rasa terima kasihnya, atas perhatian yang diberikan oleh Lapas dan pihak-pihak terkait.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan langsung di dalam Lapas. Tidak semua dari kami memahami gejala TBC, sehingga dengan adanya rontgen ini, kami bisa mengetahui kondisi kesehatan kami dengan pasti. Terima kasih kepada Lapas Wahai dan semua pihak yang telah peduli,” tutur ‘HB’.
Dengan pelaksanaan ‘Siaga TBC 2025: Skrining Aktif Rontgen Dada Massal’, Lapas Kelas III Wahai menegaskan, komitmennya untuk terus mengedepankan layanan kesehatan yang humanis, berkualitas, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan, dapat menjadi contoh bagi Lapas lain di seluruh Indonesia dalam upaya mencapai target ‘Indonesia Bebas TBC Tahun 2030’ dan menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat dan produktif bagi seluruh warga binaan serta petugas.




