
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kebakaran, Penyelamatan, Penanggulangan Bencana, dan Satpol PP (DKP2B & Satpol PP) menggelar kegiatan aktivasi sistem komando penanganan darurat bencana serta bimbingan teknis (bimtek) Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Provinsi tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Rabu (3/12/2025).
Dalam Sambutan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan George Yarangga, menyampaikan bahwa Papua Barat Daya memiliki karakteristik geografis, topografi, dan sosial yang beragam, sehingga potensi ancaman bencana cukup tinggi. Beberapa bencana yang sering terjadi antara lain banjir dan banjir rob, tanah longsor, kebakaran pemukiman dan hutan, gelombang tinggi dan abrasi pesisir, gempa bumi, serta cuaca ekstrem.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian bencana tidak hanya meningkat jumlahnya, tetapi juga semakin kompleks. Ini menuntut sistem penanggulangan yang lebih cepat, tanggap, terintegrasi, dan berbasis data,” ujarnya.

“Oleh karena itu, bimtek ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat standar operasional prosedur, sistem pelaporan, mekanisme koordinasi, serta pengelolaan data dan informasi kebencanaan yang akurat,”ucapnya.
Selain itu, dia berharap peserta dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam mengelola Command Center Pusdalops, memahami mekanisme pelaporan dan koordinasi sesuai ketentuan BNPB dan BPBD, menerapkan teknologi digital seperti aplikasi InaRISK, DSS, dan Sistem Informasi Operasional PB, serta membangun jejaring komunikasi lintas instansi.
Sementara itu, Kepala Dinas DKP2B Vicky Baay S.IP menambahkan bahwa Pusdalops berfungsi sebagai pusat informasi, pusat koordinasi, dan pusat komando dalam proses penanggulangan bencana, termasuk pemantauan ancaman secara real-time, pengelolaan data, pelaporan cepat, penyampaian rekomendasi, serta mendukung pengambilan keputusan.
“Pelatihan ini bukan hanya kegiatan rutin, melainkan bagian dari penguatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan daerah agar mampu memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Keduanya secara resmi membuka kegiatan bimtek tersebut, dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan dan memperkuat kolaborasi lintas instansi.







