
Warga Binaan Lapas Wahai sukses menggelar panen aneka komoditas sayuran secara bersamaan, Selasa (2/12/2025).
AMBON, BeritaAktual.co – Semangat produktivitas dan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus membara.
Kali ini, para Warga Binaan sukses menggelar panen aneka komoditas sayuran secara bersamaan, meliputi dua kg kangkung, tiga kg selada, dan 1/2 kg tomat, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan panen ini merupakan hasil dari usaha tani intensif, yang dilakukan oleh Warga Binaan di area kebun dalam Lapas.
Sebagian area kebun menerapkan sistem hidroponik, sedangkan sebagian lagi menggunakan sistem polybag di lahan yang tersedia.
Hasil panen kemudian langsung didistribusikan, untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas dan sebagian dijual kepada masyarakat sekitar.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi dan kerja keras para Warga Binaan yang menghasilkan panen tersebut. “Keberhasilan panen selada, kangkung, dan tomat secara bersamaan menunjukkan program pembinaan yang produktif dan berorientasi pada hasil nyata berjalan optimal,” ujarnya.
Menurut Tersih, kegiatan pertanian terpadu ini merupakan upaya Lapas Wahai dalam mendukung program ketahanan pangan mandiri, sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Selain memberikan manfaat ekonomi dan pemenuhan gizi, kegiatan ini juga memberikan bekal keterampilan hidup yang berharga bagi Warga Binaan, mempersiapkan mereka untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah bebas.
“Panen ini menunjukkan kami konsisten menjalankan program pembinaan berbasis kemandirian, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan produktif, yang bermanfaat saat reintegrasi sosial,” lanjut Tersih.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menambahkan, bahwa hasil panen akan dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan konsumsi Warga Binaan, dan sebagian didistribusikan ke pasar lokal.
“Dengan cara ini, kami berharap Lapas Wahai makin mandiri, dan pembinaan keterampilan Warga Binaan berjalan lebih optimal,” harapnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh Warga Binaan, yang terlibat dalam proses penanaman hingga panen.
“Saya senang bisa ikut menanam dan melihat hasilnya. Rasanya bangga, karena apa yang kami kerjakan bermanfaat dan dirasakan langsung oleh kami di Lapas,” tutur salah satu Warga Binaan, yang hanya menyebut diri WK.
Di tingkat wilayah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, juga mengapresiasi Lapas Wahai, yang selalu konsisten mendukung program strategis nasional melalui kontribusi terhadap ketahanan pangan.
“Ini adalah langkah positif yang harus terus dipertahankan,” pujinya.
Melalui panen terbaru ini, Lapas Wahai secara berkelanjutan membuktikan komitmennya, dalam mengelola berbagai komoditas pertanian.
Sebelumnya, lembaga ini juga telah melakukan panen mentimun, pare, dan jagung dalam skala besar. Semua merupakan hasil pemanfaatan lahan tidur, yang diubah menjadi lahan produktif oleh para Warga Binaan.





