
Lapas Kelas III Wahai kembali melaksanakan program Perawatan Keliling, Kamis (11/12/2025). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali melaksanakan program Perawatan Keliling (Perling), Kamis (11/12/2025), sebagai upaya deteksi dini masalah kesehatan Warga Binaan.
Berbeda dari pemeriksaan sebelumnya yang hanya menutupi Warga Binaan asimilasi yang bekerja, kegiatan kali ini dilakukan menyeluruh di blok-blok hunian, agar lebih merata dan efektif.
Petugas medis Lapas, Fitri Rianti bersama dengan peserta magang, tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan satu per satu, tetapi juga memberikan penyuluhan tentang kebersihan diri, lingkungan sehat, dan pola makan yang baik.
Dalam skrining awal yang dilakukan, ditemukan dua Warga Binaan, yang menderita demam dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
“Kedua kasus ini segera ditangani dengan memberikan obat penurun panas, vitamin, dan obat anti hipertensi sesuai protokol. Kami juga memberikan edukasi tentang diet rendah garam, dan memantau keduanya secara intensif untuk mencegah komplikasi,” jelas Fitri.
Dahyu Keliobas, salah satu peserta magang mengatakan, keterlibatannya dalam Perling memberikan wawasan nyata, tentang layanan kemanusiaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kita bisa melihat langsung bagaimana petugas menangani keluhan Warga Binaan, mencatat data, dan memberikan penanganan cepat. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan dengan inisial HB juga merasakan manfaat dari program ini.
“Kami tidak perlu antre di klinik, karena petugas datang langsung ke kamar. Ada yang langsung ditangani, karena demam dan tensi tinggi. Itu sangat membantu,” katanya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa Perling merupakan langkah proaktif dan responsif, untuk menjaga kesehatan Warga Binaan.
“Temuan hari ini membuktikan, bahwa program ini efektif sebagai deteksi dini. Tindakan cepat yang kita lakukan adalah, wujud pembinaan yang humanis,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan peserta magang menjadi sarana edukasi, dan bentuk transparansi layanan di Lapas Wahai.
“Program Perawatan Keliling ini akan terus dikembangkan agar lebih inklusif, dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan Warga Binaan, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tandas Noya.




