Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

FGD Pemprov PBD Bahas Lingkungan, Way: Hindari Kerusakan Wisata Raja Ampat

Marni Jumat, 12 Desember 2025 2 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
IMG-20251212-WA0120~2

Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif PBD, saat menggelar FGD, Vega Prime Hotel Sorong, Jumat (12/12/2025). Foto-Marni/BA

Bagikan berita ini
        

SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD), untuk mengatasi isu-isu lingkungan yang semakin mendesak, di Vega Prime Hotel Sorong, Jumat (12/12/2025).

Isu-isu tersebut diantaranya adalah, masalah sampah darat dan laut, kerusakan terumbu karang, pencemaran perairan, serta emisi dari kendaraan darat dan laut.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung visi pembangunan PBD yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera Berbasis Pertumbuhan Ekonomi Lokal, serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan, di tengah tantangan lingkungan lokal yang meningkat.

Asisten II Pemprov PBD, Jhony Way, menyatakan keberlanjutan pariwisata di daerah ini perlu ditangani segera, dengan sampah menjadi hambatan terbesar.

“Kita juga membahas kondisi terumbu karang di Raja Ampat, yang sudah menurun, disebabkan oleh kunjungan wisatawan yang banyak dan pembuangan limbah, bukan hanya plastik, tapi juga dari kapal. Ketidakteraturan fasilitas toilet juga menjadi masalah serius, karena limbahnya langsung mengalir ke laut,” ungkapnya usai FGD.

Jhony menekankan perlunya pengelolaan toilet yang layak di homestay, untuk mencegah pencemaran laut dan kerusakan karang.

“Peneliti di Selat Dampier melaporkan bahwa karang mulai rusak. Padahal itu adalah, daya tarik utama Raja Ampat. Jika rusak, wisatawan pasti tidak mau datang lagi,” jelasnya.

Ke depan, lanjut dia, pemerintah provinsi dan kabupaten akan mengadakan pertemuan lanjutan khusus tentang penanganan limbah, terutama limbah toilet yang dinilai memiliki dampak lebih besar daripada limbah plastik.

Kawasan wisata padat seperti Pulau Arborek di Raja Ampat juga akan dievaluasi, agar tidak melebihi kapasitas, mengingat fasilitas toilet masih sangat terbatas.

“Kita juga soroti limbah kapal, karena banyak yang belum memiliki sistem pembuangan yang baik. Pemerintah perlu menyediakan fasilitas penampungan limbah di darat, agar tidak dibuang langsung ke laut,” tegas Jhony.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif PBD, Yusdi Lamatenggo mengatakan, FGD ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan yang mewajibkan pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Semua isu yang dibahas adalah, masalah aktual di PBD, dan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Yusdi menegaskan, pada tahun 2026, semua rekomendasi dari FGD harus dilaksanakan secara kolaboratif.

“Hampir 80 persen wisatawan di sini adalah, mancanegara. Hal kecil saja bisa merusak nama baik PBD. Oleh karena itu, pengelolaan sampah, limbah, hingga jangkar kapal harus menjadi prioritas. Kita ingin menunjukkan gerakan nyata, agar wisatawan melihat progres kita,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun PBD memiliki alam yang indah, tanpa pengelolaan yang baik akan mengalami kerusakan.

“Ini kerja sama semua pihak. Semua mitra bersemangat mendukung upaya menjadikan PBD, sebagai pusat ekowisata dunia ke depan. Saya berharap, upaya ini dapat meningkatkan nilai tambah, dan memperkenalkan pariwisata daerah ke dunia,” tandas dia.

Tentang penulis

FGD Pemprov PBD Bahas Lingkungan, Way: Hindari Kerusakan Wisata Raja Ampat 2 mystery

Marni

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Bhayangkara Doom dan Combrove Rajai Mini Soccer Kapolres Sorong Cup 2025
Next: Safari Natal Pemkot Ambon, Wattimena: Pemerintah Hadir Dorong Harmoni dan Berbagi

Related News

IMG_7b985349-48ce-4178-912e-a42d746a013f
2 min read
  • Daerah

Watubun: Hari Buruh Harus Jadi Momentum Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Q Jumat, 1 Mei 2026
Screenshot_2026-03-05-19-41-20-943_com.android.chrome
3 min read
  • Daerah

Lewerissa Dorong Penataan Ulang Kawasan Rawan Bencana di Ambon

Q Jumat, 1 Mei 2026
Screenshot_2026-05-01-10-12-23-431_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Pattimahu: Hari Buruh Jadi Momentum Perjuangan dan Solidaritas

Q Jumat, 1 Mei 2026

Berita lainnya

IMG_7b985349-48ce-4178-912e-a42d746a013f
2 min read
  • Daerah

Watubun: Hari Buruh Harus Jadi Momentum Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Q Jumat, 1 Mei 2026
Screenshot_2026-03-05-19-41-20-943_com.android.chrome
3 min read
  • Daerah

Lewerissa Dorong Penataan Ulang Kawasan Rawan Bencana di Ambon

Q Jumat, 1 Mei 2026
Screenshot_2026-05-01-10-12-23-431_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Pattimahu: Hari Buruh Jadi Momentum Perjuangan dan Solidaritas

Q Jumat, 1 Mei 2026
IMG-20260428-WA0061
2 min read
  • Migas

Pertamina Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Paket Sembako, Masyarakat Prasejahtera di Wayame  

Marni Kamis, 30 April 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d