
President Director Indonesia INPEX, Kenji Hasegawa, saat bertemu dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan Bupati KKT, Ricky Jauwerissa, pekan lalu. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – INPEX Masela, Ltd. sebagai operator resmi Proyek Strategis Nasional (PSN) lapangan gas Abadi di Wilayah Kerja (WK) Masela, melakukan kunjungan kehormatan ganda yang signifikan ke Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), pekan lalu.
Kunjungan ini diadakan secara berurutan di Kantor Gubernur Maluku, di Ambon, Senin (8/12/2025), dan di Kantor Bupati KKT, Saumlaki, Selasa (9/12/2025), dengan tujuan utama menyampaikan perkembangan terbaru dalam pelaksanaan proyek dan memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
di Ambon, President Director Indonesia INPEX, Kenji Hasegawa, saat bertemu dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan Bupati KKT, Ricky Jauwerissa, pekan lalu. Foto-Ist/BAia INPEX, Kenji Hasegawa, beserta tim eksekutif perusahaan, diterima langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa beserta jajarannya, yang terdiri dari kepala OPD provinsi dan perwakilan lembaga terkait.
Satu hari kemudian, tim INPEX tiba di Saumlaki dan disambut Bupati KKT Ricky Jauwerissa, serta perwakilan pemerintah kabupaten, dan tokoh masyarakat lokal.
Dalam kedua pertemuan, Hasegawa menyampaikan apresiasi mendalam atas kepemimpinan kedua pejabat daerah, dalam memberikan dukungan yang konsisten untuk percepatan realisasi proyek gas Abadi.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku, dan Pemerintah Daerah KKT, sejak awal pengembangan proyek ini,” ungkap Hasegawa.
Ia menambahkan bahwa pada kesempatan kunjungan ini, tim INPEX memaparkan secara rinci pembaruan kegiatan pengembangan yang telah dilakukan selama tahun 2025, termasuk kemajuan dalam penelitian geologi, survei lingkungan, dan persiapan infrastruktur awal.
Selain itu, Hasegawa juga mengumumkan rencana strategis untuk tahun 2026, yang mencakup peningkatan kerja sama dengan lembaga penelitian lokal, dan peningkatan program pemberdayaan masyarakat.
Menurut Hasegawa, saat ini INPEX tengah mengerjakan tahap krusial Front-End Engineering Design (FEED), yakni tahapan yang sangat penting karena akan menentukan rancangan teknis dan keuangan proyek sebelum memasuki tahap Final Investment Decision (FID).
“Kami berusaha menyelesaikan tahap FEED dengan baik dan tepat waktu, agar dapat mencapai target FID sesuai rencana,” katanya.
Hasegawa juga menekankan, jika proyek gas Abadi memiliki peran vital bagi Indonesia secara luas, terutama dalam mendukung target lifting energi nasional dan meningkatkan ketahanan energi negara di masa depan.
“Khususnya bagi daerah Maluku dan Kepulauan Tanimbar, proyek ini akan meningkatkan manfaat nyata seperti penciptaan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” jelasnya.
Yang menjadi keunggulan proyek ini adalah, penerapan inovasi berkelanjutan melalui integrasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), sesuai rencana pengembangan yang telah direvisi, dan resmi disetujui pemerintah Indonesia pada tahun 2023.
Teknologi ini bertujuan, untuk mengurangi emisi karbon dan menghasilkan LNG rendah karbon yang sesuai dengan standar global.
“Saya berharap pertemuan seperti ini dapat diadakan secara rutin, setidaknya setiap 3 bulan, agar sinergi antar pihak semakin kuat, dan setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan dengan cepat,” harap Hasegawa.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan transparan antara pemerintah daerah dan INPEX, dalam setiap tahap pengembangan proyek.
“Pertemuan ini sangat berharga, karena memungkinkan Pemerintah Provinsi untuk memperoleh informasi terkini, dan memberikan masukan yang konstruktif bagi kemajuan proyek,” ujarnya.
Lewerissa juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen penuh mendukung Proyek Gas Abadi, sebagai salah satu PSN yang memiliki peran vital bagi masa depan energi Indonesia.
“Kami akan terus bekerja sama dengan INPEX untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga Maluku,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati KKT, Ricky Jauwerissa menekankan tiga poin penting dalam pelaksanaan proyek, yakni percepatan proses perizinan, peningkatan keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap tahap proyek, dan pemantauan dampak lingkungan yang ketat.
“Hubungan yang kuat antara INPEX dan pemerintah daerah adalah kunci keberhasilan proyek ini,” katanya.
Jauwerissa juga menambahkan, bahwa komitmen INPEX sangat jelas, terbukti dengan keterlibatan langsung pimpinan perusahaan, dalam kunjungan ini yang menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan proyek dan kondisi masyarakat setempat.
Sebagai salah satu PSN terbesar di sektor energi Indonesia, Proyek Gas Abadi mencakup pembangunan dua train likuefaksi LNG di darat dengan kapasitas total produksi sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), penyaluran gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD). INPEX mengelola Lapangan Gas Abadi dengan porsi saham 65 persen, bersama mitra strategisnya Pertamina Hulu Energi Masela (20 persen) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15 persen).
Sebagai perusahaan eksplorasi dan produksi (E&P) terbesar di Jepang, INPEX saat ini terlibat dalam pengembangan, dan operasi proyek minyak dan gas bumi di lebih dari 20 negara di seluruh dunia.
Perusahaan ini juga berkomitmen untuk berkontribusi demi masa depan yang lebih cerah melalui penyediaan energi secara berkelanjutan, termasuk mengembangkan berbagai solusi rendah karbon seperti CCS, hidrogen hijau, dan pasokan listrik terintegrasi, sekaligus terus menjajaki berbagai peluang baru dalam lanskap energi yang terus berkembang.







