
Warga Binaan Lapas Wahai, berhasil memanen beragam komoditas sayur mayur, Kamis (18/12/2025). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan hasil positif. Warga Binaan, Kamis (18/12/2025), berhasil memanen beragam komoditas sayur mayur dari areal yang tersedia, antara lain 15 kilogram kangkung, dan 2 kilogram tomat dari kebun dalam kawasan Lapas, serta 1,5 kilogram cabai yang ditanam di kebun perumahan dinas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya megatakan, keberhasilan ini menggambarkan semangat produktif Warga Binaan, meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan lahan.
“Ruang yang sempit bukan halangan, untuk menciptakan kemandirian pangan,” jelasnya.
Selain itu, Tersih menekankan, bahwa nilai utama dari kegiatan ini terletak pada pembinaan karakter, bukan hanya jumlah hasil panen.
Melalui proses menanam dan memanen, Warga Binaan diajarkan tentang disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian melalui aktivitas yang bermanfaat.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw menjelaskan, bahwa pertanian merupakan salah satu program unggulan di Lapas Wahai, yang selalu mendorong partisipasi aktif Warga Binaan.
“Panen ini hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Keterampilan yang didapatkan diharapkan bisa menjadi bekal mereka ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi atas komitmen Lapas Wahai.
Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang bertujuan memberdayakan Warga Binaan dan mendukung ketahanan pangan.
“Meskipun skala kecil, dampaknya sangat besar dalam membentuk karakter dan kemandirian mereka,” tegas Ricky.
Dia bertekad untuk terus menyelenggarakan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan, agar Warga Binaan dapat menjalani masa pidana dengan kegiatan positif yang membantu reintegrasi sosial nantinya.




