
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Perekonomian rakyat Kota Ambon selama tahun 2025 mendapatkan dorongan signifikan, melalui serangkaian program penguatan usaha yang digulirkan pemerintah daerah.
Sebanyak 715 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menerima dukungan pengembangan usaha, 40 koperasi berhasil memperoleh sertifikasi resmi, sementara puluhan Koperasi Merah Putih kini telah memiliki legalitas yang jelas beserta lahan operasional yang terjamin.
“Kami berkomitmen, untuk terus memperkuat pilar ekonomi rakyat di Ambon. Pemberdayaan UMKM, dan koperasi adalah kunci untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena kepada wartawan, di Ambon, Rabu (7/1/2026).
Program pengembangan UMKM yang dijalankan selama satu tahun terakhir, mencakup berbagai aspek penting untuk kemajuan usaha.
Para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan intensif mulai dari manajemen keuangan, pengembangan produk agar lebih kompetitif, dan sesuai standar nasional, hingga strategi pemasaran yang efektif baik secara offline maupun online.
“Selain itu, mereka juga diberikan pendampingan terkait penggunaan teknologi digital, seperti pembuatan toko daring, pengelolaan akun media sosial untuk promosi produk, serta penerapan sistem pembayaran elektronik yang memudahkan transaksi dengan pelanggan,” kata dia.
Menurut Wali Kota, pemilihan 715 UMKM yang mendapatkan bantuan dilakukan melalui proses seleksi yang ketat oleh tim dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kota Ambon.
Prioritas diberikan pada usaha yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal, khususnya di sektor makanan dan minuman khas Ambon seperti pisang epe dan sagu lihing, kerajinan tangan berbahan dasar kayu dan anyaman lokal, serta usaha pendukung pariwisata seperti homestay dan penyedia jasa tour guide.
“Kita fokus pada usaha yang dapat memperkuat identitas budaya Ambon, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” tambah Wali Kota.
Dalam pengembangan koperasi, pencapaian yang patut diperhatikan adalah, sebanyak 40 koperasi yang telah berhasil menyelesaikan proses sertifikasi dari lembaga akreditasi berwenang.
Sertifikasi tersebut mencakup berbagai kategori, sesuai dengan bidang usaha masing-masing, antara lain sertifikasi sistem manajemen mutu ISO, sertifikasi keamanan pangan untuk koperasi yang bergerak di sektor makanan dan hasil pertanian, serta sertifikasi keberlanjutan bagi yang mengelola sumber daya alam seperti perikanan tangkap dan budidaya rumput laut.
Menurut Wali Kota, proses sertifikasi memang membutuhkan upaya dan komitmen tinggi dari setiap koperasi, namun manfaat yang diperoleh sangat besar bagi perkembangannya.
“Dengan sertifikasi resmi, koperasi kita dapat memasuki pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Ini juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen, serta kemudahan dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan dengan bunga yang lebih kompetitif,” jelasnya.
Tak kalah pentingnya, puluhan Koperasi Merah Putih yang tersebar di berbagai kecamatan di Ambon seperti Sirimau, Teluk Ambon, dan Baguala kini telah memiliki legalitas resmi berupa Akta Pendirian yang dibuat di bawah naungan Notaris serta Surat Izin Usaha Koperasi (SIUK) yang dikeluarkan oleh Disperindagkop Kota Ambon.
Tidak hanya itu, sebagian besar dari koperasi ini juga telah memperoleh Hak Penggunaan Lahan (HPL), atau hak milik atas lahan yang digunakan untuk kegiatan operasional, mulai dari lokasi produksi, gudang penyimpanan, hingga tempat berkumpulnya anggota.
Sebagian besar Koperasi Merah Putih di Ambon bergerak di sektor pertanian (budidaya tanaman pangan dan hortikultura), perikanan (budidaya ikan dan udang), serta penyediaan layanan dasar seperti air bersih dan listrik hemat biaya bagi masyarakat di wilayah sekitar.
“Beberapa diantaranya, bahkan telah memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk membangun fasilitas pembelajaran bagi anggota dan masyarakat sekitar, serta pusat produksi yang lebih modern dengan peralatan yang sesuai standar.
Wali Kota menambahkan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan terus memperluas cakupan program ini ke tahun mendatang, dengan target lebih banyak pelaku usaha yang dapat merasakan manfaat serta peningkatan kualitas yang lebih baik dalam pengelolaan usaha.
Kerjasama juga akan terus diperkuat dengan perguruan tinggi lokal, badan usaha milik negara, serta lembaga swasta untuk memberikan pendampingan, dan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dan koperasi di Ambon.
“Kita akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak, untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon,” pungkas Wali Kota.




