
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN, Widya Pratiwi melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di kawasan Batu Gantung, Sabtu (13/12/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Widya Pratiwi melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe. Kegiatan yang fokus pada penanaman nilai-nilai kebangsaan tersebut berlangsung di kawasan Batu Gantung, Sabtu (13/12/2026).
Hadir puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, Srikandi PAN dari dapil Maluku menjelaskan, bahwa Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhineka Tunggal Ika.
Menurutnya, pilar-pilar ini menjadi dasar dan norma penting bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama di tengah derasnya hoaks yang beredar.
“4 Pilar Kebangsaan ini sangat penting untuk menepis hoaks yang seringkali menyebarkan isu agama, suku, dan ras yang berpotensi memecah belah persaudaraan, yang telah kita pupuk dan bina sejak lama,” ungkap Widya.
Politisi perempuan ini juga menghimbau pentingnya rasa cinta terhadap bangsa dan negara, agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu, yang dapat merusak keharmonisan antar sesama.
“Bapak, Ibu dan basudara sekalian, di era sekarang ini sangat penting bagi kita semua untuk mengingat dan memahami dasar-dasar negara. Hal ini, agar kita tidak mudah terjebak oleh isu-isu yang dapat merusak budaya persaudaraan kita,” jelasnya.
Selain itu, Widya juga menekankan kesadaran akan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa. Ia mengaitkannya dengan tradisi lokal Maluku, yaitu Pela-Gandong yang telah lama menjadi bukti bagaimana masyarakat setempat hidup rukun dalam perbedaan.
“Kita masyarakat Maluku sudah terbiasa hidup dalam keragaman suku dan agama. Oleh karena itu, jangan lupakan budaya kita yang selalu mengedepankan rasa sayang dan persaudaraan melalui Pela-Gandong, yang selaras dengan pikiran kebangsaan kita yakni Bhineka Tunggal Ika,” harapnya.







