
Lapas Kelas III Wahai, berhasil meraih gelar UPT Terbaik I Kehumasan Tahun 2025 untuk wilayah Maluku. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, berhasil meraih gelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terbaik I Kehumasan Tahun 2025 untuk wilayah Maluku.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam kegiatan penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026, yang digelar di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh para kepala UPT dari seluruh wilayah Maluku memiliki dua tujuan utama, untuk memberikan apresiasi atas capaian tahun 2025,serta menyusun rencana kerja yang terstruktur untuk tahun mendatang.
Para peserta bersama-sama merumuskan sasaran kinerja yang dapat diukur, dan program aksi konkret yang akan diimplementasikan, guna meningkatkan pelayanan pemasyarakatan.

Penghargaan diberikan kepada Lapas Wahai sebagai pengakuan atas upaya luar biasa dalam mengelola informasi publik, menjaga transparansi institusi, serta merespons kebutuhan media dengan baik sepanjang tahun lalu.
Kanwil Ditjenpas Maluku menilai, Lapas Wahai telah berhasil membangun citra positif melalui komunikasi yang proaktif dan efektif dengan masyarakat, serta berbagai pihak terkait.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan apresiasi tinggi kepada Lapas Wahai. Dalam arahannya, ia menekankan, bahwa peran kehumasan saat ini semakin krusial di tengah perkembangan teknologi digital.
“Kehumasan bukan lagi hanya bagian pendukung, melainkan menjadi faktor kunci dalam membangun citra positif, dan memperoleh kepercayaan publik bagi seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya di lingkungan pemasyarakatan,” jelas Ricky.
Ia berharap, prestasi yang diraih dapat menjadi dorongan bagi semua UPT di wilayah Maluku, untuk terus meningkatkan kualitas penyampaian informasi, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus menjadikan penghargaan ini sebagai momentum untuk bekerja lebih optimal di tahun 2026, dengan fokus pada target kinerja yang jelas dan program aksi yang dapat memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tim humas, serta staf yang telah berkontribusi.
“Pencapaian ini tidak mungkin terwujud tanpa komitmen bersama untuk menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan transparan. Bagi kami, kehumasan adalah bentuk akuntabilitas kepada publik dan sarana untuk membangun hubungan yang saling percaya,” ujar Tersih.
Ia menambahkan, bahwa pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kualitas pengelolaan kehumasan sesuai dengan tata nilai Kemenimipas yang mengedepankan Profesionalisme, Responsifitas, Integritas, Modernitas, dan Akuntabilitas (PRIMA).
Sebelum acara penghargaan, seluruh peserta juga telah menandatangani perjanjian kinerja secara simbolis, sebagai bentuk komitmen untuk melaksanakan 15 Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026 di wilayah Maluku.






