
Lapas Kelas III Wahai gencar melaksanakan tes urine mendadak terhadap tiga orang tahanan baru, Selasa (27/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai gencar memperkuat langkah-langkah pencegahan narkotika, dengan melaksanakan tes urine mendadak terhadap tiga orang tahanan baru, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Warga Binaan Bersih Narkoba (Warna Benar), yang bertujuan menjaga lingkungan hunian tetap sehat, aman, dan bebas dari pengaruh zat terlarang.
Tes urine dilakukan sebagai bagian wajib dari pemeriksaan kesehatan awal bagi setiap tahanan yang baru masuk.
Proses pemeriksaan dijalankan oleh tim petugas kesehatan sesuai dengan standar prosedur nasional, dengan didampingi petugas pengamanan untuk memastikan kelancaran dan akurasi hasil.
Fitri Rianti, salah satu petugas kesehatan Lapas Wahai mengaku, pemeriksaan ini memiliki peran krusial dalam mendukung proses rehabilitasi.
“Kesehatan fisik dan mental para tahanan adalah pondasi utama, dalam pembinaan mereka. Dengan melakukan tes urine, kami memastikan bahwa mereka tidak membawa pengaruh zat adiktif ke dalam lingkungan Lapas. Kondisi tubuh yang bersih akan membantu mereka lebih fokus, dalam mengikuti program pembinaan, mulai dari pendidikan hingga pelatihan keterampilan,” jelasnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw menjelaskan, Program Warna Benar dirancang untuk menerapkan kontrol ketat sejak pintu masuk Lapas.
“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan setelah tahanan ditempatkan di kamar hunian, tetapi juga melakukan langkah antisipatif dari awal. Memastikan tahanan baru bersih dari narkoba adalah, langkah penting untuk menciptakan suasana rehabilitatif yang optimal. Kami berkomitmen tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi peredaran zat terlarang di dalam institusi,” tegasnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi kerja sama antar divisi yang membuat kegiatan ini berjalan lancar.
“Tes urine mendadak ini adalah bukti nyata bahwa Lapas Wahai serius menjaga status sebagai zona putih bebas narkoba. Melalui Program Warna Benar, kami ingin membuktikan, bahwa pemasyarakatan bisa menjadi tempat yang mendukung perubahan positif bagi setiap warga binaan. Semua langkah yang kami lakukan bertujuan untuk memastikan proses pembinaan berjalan dengan profesional dan sesuai dengan tujuan rehabilitasi,” ucapnya.
Setelah menyelesaikan serangkaian pemeriksaan awal dan tes urine, ketiga tahanan baru akan menjalani masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) selama beberapa hari.
“Pada masa ini, mereka akan dikenalkan dengan peraturan Lapas, fasilitas yang tersedia, serta program pembinaan yang akan diikuti sebelum akhirnya ditempatkan di kamar hunian tetap,” tandas dia.






