
Lapas Kelas III Wahai resmi menandatangani PKS untuk melaksanakan Program Nasional MBG, Senin (26/12026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk melaksanakan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (26/12026).
Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya konkret institusi pemasyarakatan, dalam mendukung program unggulan negara, yang masuk dalam salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tahun ini.
Sebagai salah satu dari 28 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia yang terpilih untuk terlibat, Lapas Wahai akan berperan sebagai penyedia paket makanan bergizi yang akan didistribusikan ke berbagai kelompok sasaran.
Selain siswa di sekolah-sekolah sekitar wilayah Wahai, bantuan makanan juga akan diberikan kepada lansia dan ibu hamil yang membutuhkan, sebagai bentuk nyata dari konsep “Pemasyarakatan Bermanfaat bagi Masyarakat”.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menjalankan program ini dengan maksimal.
“Kami telah berkomitmen sepenuhnya, untuk menjadikan Program MBG sukses. Sebelum segera beroperasi, akan dilakukan pembangunan dapur sehat yang dibantu oleh mitra kerja sama, sementara Warga Binaan yang akan terlibat dalam produksi akan menjalani rangkaian pelatihan khusus. Tujuannya, agar setiap makanan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga higienis dan aman untuk dikonsumsi,” ucapnya.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang juga menghadiri acara tersebut, menekankan bahwa seluruh UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia harus memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG.
Menurutnya, pengelolaan dapur sehat tidak hanya berkontribusi pada program nasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
“Kolaborasi yang terstruktur dengan berbagai pihak mitra adalah, kunci keberhasilan program ini agar tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain manfaat bagi Warga Binaan, dampak positifnya juga akan dirasakan oleh masyarakat luas. Saya juga mengingatkan, agar setiap UPT melibatkan Primer Koperasi Pemasyarakatan dalam proses ini untuk memperkuat aspek ekonomi dan kemandirian,” jelas Mashudi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Lapas Wahai.
Ia menilai bahwa program ini menunjukkan bahwa institusi pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan dan rehabilitasi Warga Binaan, tetapi juga memiliki peran aktif dalam pembangunan masyarakat.
“Saya telah memberikan instruksi khusus kepada Lapas Wahai untuk selalu menjaga ketiga hal utama: kualitas, higienitas, dan nilai gizi makanan yang diproduksi. Semua harus sesuai dengan standar nasional agar tujuan program ini dapat tercapai dengan baik,” tegasnya.
Dengan penandatanganan PKS ini, Lapas Wahai siap beroperasi sebagai unit layanan gizi yang menyediakan makanan secara cuma-cuma.
“Langkah ini juga menjadi bentuk komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung realisasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang dituangkan dalam Program Aksi Kementerian Tahun 2026,” tandas dia.




