
Jaring penahan sampah yang terpasang di dua lokasi strategis di Kota Ambon. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Jaring penahan sampah yang terpasang di dua lokasi strategis di Kota Ambon, yakni kawasan Hative Kecil dan sepanjang Kali Waitomu Mardika, mencatatkan hasil yang sangat menggembirakan.
Pantauan langsung yang dilakukan, Kamis (29/1/2026) menunjukkan bahwa jumlah sampah yang terperangkap di alat tersebut menurun signifikan, dibandingkan periode beberapa minggu sebelumnya.
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon melakukan pemeriksaan mulai pukul 07.00 WIT.
Saat itu, hanya ditemukan sejumlah kecil limbah berupa sisa plastik kemasan makanan dan minuman, serta beberapa helai daun kering yang tersangkut pada bagian jaring yang dirancang, khusus untuk menangkap sampah sebelum terbawa arus menuju muara.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz mengaku, penurunan volume sampah ini menjadi bukti nyata, bahwa upaya edukasi dan penyuluhan yang telah dilakukan selama ini mulai memberikan dampak positif.
“Kita melihat perubahan yang jelas pada perilaku warga Kota Ambon. Masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar,” ujarnya kepada wartawan, di Ambon, Jumat (30/1/2026).
Menurut Apries, pemasangan jaring penahan merupakan bagian integral dari program pengendalian sampah sungai, yang bertujuan melindungi ekosistem Teluk Ambon.
Kali Waitomu Mardika sendiri, merupakan salah satu saluran air utama yang mengalir langsung ke teluk tersebut, sehingga kelestariannya menjadi prioritas utama.
“Jika sampah dibiarkan terbawa ke laut, bukan hanya ekosistem biota perairan yang akan terganggu, tetapi juga bisa meningkatkan risiko genangan dan banjir di musim hujan yang akan datang. Selain itu, Teluk Ambon adalah sumber mata pencaharian bagi ratusan nelayan, dan menjadi daya tarik utama bagi sektor pariwisata lokal,” jelasnya.
Keberhasilan yang diraih saat ini membuat pihak DLHP optimis, untuk menjadikan model kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di kedua lokasi tersebut, sebagai contoh bagi wilayah lain di Kota Ambon bahkan provinsi Maluku.
Beberapa langkah konkret juga terus digalakkan, seperti kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pembentukan kelompok kerja masyarakat untuk gotong royong membersihkan sungai secara berkala, serta penyuluhan yang dilakukan hingga ke tingkat keluarga.
“Kebersihan lingkungan bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Kita harus menjaga kebersihan Teluk Ambon, agar tetap menjadi aset berharga bagi generasi mendatang,” tandas Apries.







