
Pemkot Ambon menggelar pertemuan dengan BPK Wilayah XX Maluku dan Kodam XV/Pattimura, Jumat (30/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tengah gencar menggerakkan langkah konkrit, untuk menghidupkan kembali salah satu ikon sejarah kota, Benteng Nieuw Victoria.
Melalui Dinas Pariwisata (Dinpar), pihak Pemkot Ambon menggelar pertemuan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Maluku dan Komando Daerah Militer (Kodam) XV/Pattimura, Jumat (30/1/2026).
Keterlibatan Kodam menjadi poin penting dalam upaya ini, mengingat lokasi benteng yang berada di wilayah pengelolaan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kerjasama lintas instansi ini diperlukan agar seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan sesuai aturan serta kewenangan yang berlaku.
Kepala Dinpar Kota Ambon, Christian Tukloy mengatakan, tahapan perencanaan akan segera digelar dalam waktu dekat. Rencana ini mencakup penyusunan konsep desain yang sesuai dengan nilai sejarah benteng hingga pembuatan Rencana Anggaran Belanja (RAB), yang didasarkan pada kajian teknis menyeluruh terhadap kondisi bangunan saat ini.
“Ternyata upaya untuk membangkitkan kembali kemegahan Benteng Nieuw Victoria sudah kita mulai sejak tiga tahun silam, yakni antara tahun 2020 hingga 2022. Namun sayangnya, keterbatasan anggaran yang bisa dialokasikan pemerintah daerah dan juga rencana ruislagh yang belum dapat terealisasikan membuat program ini harus tertunda,” ungkap Tukloy.

Menurut dia, kondisi fisik benteng saat ini menunjukkan adanya penurunan kualitas yang cukup signifikan di beberapa bagian struktur utama.
Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, kerusakan tersebut diprediksi akan semakin memburuk dan berisiko mengancam keselamatan masyarakat serta pengunjung yang sering beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
“Benteng ini bukan hanya sekadar situs yang dilindungi sebagai cagar budaya. Posisinya yang berada di tengah kawasan padat penduduk membuat kita harus lebih sigap menangani permasalahan ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti keruntuhan bangunan,” tegasnya.
Tukloy juga menjelaskan, bahwa langkah revitalisasi kali ini merupakan tindak lanjut langsung dari kunjungan Menteri terkait, yang berkunjung ke Kota Ambon pada bulan November 2025 silam.
Untuk mendukung pelaksanaannya, berbagai opsi skema pendanaan akan dieksplorasi, mulai dari mekanisme ruislagh hingga kemungkinan mendapatkan hibah dari kementerian terkait di pusat.
“Diharapkan, setelah melalui proses revitalisasi yang matang, Benteng Nieuw Victoria tidak hanya mampu mempertahankan nilai sejarahnya sebagai saksi bisu perjuangan dan perkembangan Kota Ambon, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata baru yang mampu meningkatkan perekonomian lokal serta memperkuat identitas budaya Maluku di kancah nasional,” tandas dia.






