
Lapas Kelas III Wahai menyalurkan bansos bagi warga kurang mampu di wilayah sekitar lembaga, Jumat (30/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi warga kurang mampu di wilayah sekitar lembaga, Jumat (30/1/2026).
Sebanyak dua paket bantuan berisi kebutuhan pokok diserahkan secara langsung kepada penerima yang telah ditentukan.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak kesulitan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan sinergis antara Lapas Wahai dan komunitas sekitar.
Menurut Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, inisiatif ini merupakan wujud nyata dari peran sosial yang harus diemban oleh lembaga pemasyarakatan di tengah masyarakat.
“Fungsi utama kami memang dalam pembinaan Warga Binaan, namun kita juga memiliki kewajiban untuk peduli pada kondisi masyarakat sekitar. Melalui bantuan yang kami berikan hari ini, kami berharap dapat memenuhi sebagian kebutuhan dasar mereka yang sedang membutuhkan,” jelas Noya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menegaskan, bahwa kegiatan sosial tersebut selaras dengan prinsip-prinsip pemasyarakatan yang berakar pada nilai humanis dan kepedulian terhadap sesama.
“Penyaluran bansos ini adalah bagian dari komitmen kami dalam pengabdian sosial. Kami berharap dapat terus menanamkan rasa empati, baik di lingkungan internal Lapas maupun dalam hubungan dengan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Hermelina Atoknam, salah satu warga yang menerima bantuan, mengungkapkan rasa kebahagiaan dan penghargaan yang mendalam.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pihak Lapas Wahai. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil oleh Lapas Wahai.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berada di balik tembok, tetapi juga hadir secara aktif di tengah masyarakat dengan kontribusi yang nyata dan bermanfaat,” tegasnya.






