
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Dalam rangka mendukung program pembangunan Ambon Smart City yang menjadi prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfo dan Persandian) Kota Ambon tengah menguji coba teknologi Closed Circuit Television (CCTV) yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy mengatakan, bahwa inisiatif ini merupakan bagian penting dari implementasi pilar Smart Governance dan Smart Environment.
“Kita berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan data dan inovasi teknologi digital. CCTV berbasis AI, yang kita uji coba bukan hanya alat untuk melihat saja, tetapi sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti video analytics, computer vision, dan machine learning yang bisa menganalisis apa yang terjadi di lapangan secara langsung,” jelas Lekransy kepada wartawan, di Ambon, Kamis (5/2/2026).
Saat ini, uji coba dilakukan di dua lokasi strategis dengan fokus yang berbeda. Pertama, di Pertigaan Tulukabessy yang difokuskan pada pengaturan lalu lintas. Sistem yang terintegrasi dengan AI Video Analytics Engine di lokasi ini memiliki tiga fungsi utama.
Pertama, Automatic License Plate Recognition (ALPR), yang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi kendaraan, yang melanggar peraturan, terutama yang bergerak melawan arah.
Kedua, fitur Illegal Parking Detection yang bisa mengenali kendaraan yang berhenti atau parkir di tempat yang tidak diperbolehkan.
Ketiga, Motion Detection dan Auto Tracking yang aktif pada jam 16.00 hingga 08.00 WIT, untuk secara otomatis melacak pergerakan kendaraan yang melakukan pelanggaran.
“Semua proses deteksi dan analisis berjalan secara real-time. Data yang dihasilkan kemudian bisa digunakan, sebagai dasar bukti digital dalam penegakan peraturan lalu lintas,” tambahnya.
Lokasi kedua yang menjadi tempat uji coba adalah Taman Pemakaman Umum (TPU) Batu Merah, dengan fokus pada pengelolaan lingkungan dan kebersihan kota.
Beberapa fitur yang diterapkan di sini antara lain Object Detection dan Volume Estimation untuk mengukur seberapa penuhnya bak sampah.
Selain itu, terdapat Threshold-Based Alert System yang akan memberikan peringatan secara otomatis ketika volume sampah sudah mencapai batas yang ditentukan.
“Tak hanya itu, sistem juga dilengkapi dengan Behavior Detection yang dapat mendeteksi, jika ada masyarakat yang membuang sampah di luar jam yang telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di Kota Ambon,” sebut Ronald.
Menurut Lekransy, implementasi di TPU Batu Merah masih dalam tahap penyesuaian dan kalibrasi model AI.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tingkat akurasi deteksi bisa sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, variasi pencahayaan, serta karakteristik aktivitas masyarakat di Ambon.
Dia menyebut, selama masa uji coba berlangsung, sistem akan terus belajar secara mandiri melalui proses machine learning dengan memanfaatkan data aktual yang diperoleh dari lapangan.
“Dengan adanya teknologi ini, kita berharap kedepannya bisa mengambil kebijakan pengelolaan kota yang lebih tepat dan berdasarkan data yang akurat. Ini menjadi salah satu fondasi penting, untuk mewujudkan Ambon sebagai kota pintar yang lebih baik,” tandas Ronald.




