
Lapas Kelas III Wahai mengadakan ibadah Minggu khusus bagi Warga Binaan dan petugas beragama Kristen, di Gereja Ebenhaezer, Minggu (8/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mengadakan ibadah Minggu khusus bagi Warga Binaan dan petugas beragama Kristen, di Gereja Ebenhaezer yang berada di dalam kompleks lembaga, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk pembinaan aspek mental dan spiritual para Warga Binaan.
Ibadah yang berjalan khidmat dipimpin oleh Pdt. Bella Lawalata, dengan mengambil bacaan Firman Tuhan dari pasal Efesus 1 ayat 3 hingga 14. Tema yang diangkat dalam ibadah tersebut adalah “Kekayaan yang Terpilih,” yang membawa pesan mendalam tentang makna keberadaan dan harapan bagi setiap individu.
Dalam khotbahnya, Pdt. Bella menguraikan, bahwa kekayaan yang dimaksud dalam Firman Tuhan bukanlah kekayaan materi yang sementara.
“Tuhan memberikan berkat rohani yang tak ternilai seperti kasih yang melimpah, pengampunan yang membebaskan, hikmat untuk menghadapi segala ujian, serta janji kehidupan yang kekal,” terangnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengaku, kegiatan keagamaan ini menjadi salah satu pilar utama dalam proses pembinaan di Lapas Wahai.
“Kami percaya bahwa perubahan yang sesungguhnya datang dari dalam diri. Melalui ibadah seperti ini, kami berharap Warga Binaan bisa menemukan kekuatan untuk memperbaiki diri, dan siap kembali berintegrasi dengan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Tersih.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw menambahkan, bahwa program pembinaan spiritual telah memberikan dampak positif yang terlihat jelas.
“Banyak di antara mereka yang mulai menunjukkan perubahan sikap dan pola pikir. Ibadah rutin membantu mereka mendapatkan ketenangan batin, dan melihat masa depan dengan lebih optimis. Kami akan terus menjaga dan mengembangkan program ini,” jelasnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Lapas Wahai.
Menurutnya, pembinaan keagamaan berperan penting dalam membangun integritas dan kesadaran tanggung jawab pada Warga Binaan.
“Kami mendorong semua unit pemasyarakatan di Maluku untuk menghadirkan kegiatan positif yang dapat menanamkan nilai-nilai baik, sehingga tujuan utama pemasyarakatan yaitu mencetak insan yang berguna bagi masyarakat dapat tercapai,” ucap Ricky.
Melalui ibadah ini dia berharap, setiap Warga Binaan dapat merasakan sentuhan kasih Tuhan yang memulihkan, menemukan arah baru dalam hidup, serta membangun harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah menyelesaikan masa pembinaan.





