Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Metro

  • Metro

Peserta HPN 2026 SMSI Susuri Jejak Multatuli di Lebak, Perkuat Nilai Kemanusiaan Dalam Jurnalisme

Marni Kamis, 12 Februari 2026 2 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
Screenshot_20260212_205704_Chrome
Bagikan berita ini
        

 

LEBAK, BeritaAktual.co – Peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menyusuri jejak sejarah Eduard Douwes Dekker, atau yang lebih dikenal dengan nama pena Multatuli, melalui kunjungan edukatif ke Museum Multatuli, Kabupaten Lebak, Banten.

Ratusan Insan pers dari SMSI dan lainnya, datang ke Museum Multatuli dipimpin langsung Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar didampingi dewan penasehat SMSI Pusat, Moh Nasir, dan ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun. Mereka disambut oleh Pemerintah Kabupaten Lebak yang diwakili Diskominfo, Sehabudin.

Makali Kumar dalam sambutannya menyatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari agenda literasi sejarah dalam HPN 2026 SMSI, yang bertujuan memperkaya wawasan insan pers terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta keberpihakan pada kebenaran prinsip yang selaras dengan praktik jurnalistik profesional saat ini.

“Di Lebak ini, sarat dengan nilai sejarah dan perjuangan lewat pena yang dilakukan Multatuli yang anti monopoli, kapitalisme dan penindasan lewat buku autobiografi sastranya,” ujar Makali.

Disebutkan Makali, Multatuli adalah sebutan untuk Eduard Douwes Dekker yang asli belanda, dan sempat bertugas sekitar tiga bulan sebagai Asisten Residen Banten tahun 1856 di Lebak. Dia mengundurkan diri, karena tidak terima atas penindasan dan penjajahan bangsanya (Belanda) di Indonesia. Dia kemudian menulis buku tahun 1860 dengan judul Max Havelaar di Belgia, dan menggegerkan dunia.

“Multatuli yang bukan orang Indonesia, saat itu berani menyuarakan anti monopoli, penindasan dan ketidakadilan. Meka di HPN 2026 ini, semangat Multatuli itu patut trus kita kobarkan demi pers sehat, ekonomi berdaulat, bangsa kuat, sesuai tema HPN,” ujarnya.

Sebelum memasuki museum, rombongan peserta terlebih dahulu menerima pemaparan mengenai sejarah, visi, dan perjalanan SMSI sebagai organisasi media siber nasional.

Selanjutnya, para peserta disambut secara resmi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Lebak.

Memasuki area museum, peserta menelusuri setiap ruang pamer yang menyajikan dokumentasi sejarah kolonial, arsip, ilustrasi, hingga diorama sosial-politik pada masa penjajahan.

Kunjungan dipandu langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Museum Multatuli, Lia Havila, yang memberikan penjelasan rinci mengenai perjalanan hidup serta gagasan kritis Multatuli. Menurut Lia, Multatuli dikenal luas melalui karya monumentalnya, Max Havelaar, yang membongkar praktik ketidakadilan dan penindasan sistem tanam paksa di Hindia Belanda.

Buku tersebut membuka mata dunia internasional terhadap penderitaan rakyat pribumi sekaligus menjadi simbol perlawanan moral terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang.

“Nilai-nilai yang diperjuangkan Multatuli sangat relevan dengan semangat pers, yakni menyuarakan kebenaran, membela kemanusiaan, dan mengkritisi ketidakadilan,” ujar Lia saat memandu peserta.

Setiap artefak yang dipamerkan mulai dari dokumen sejarah, catatan administrasi kolonial, hingga ilustrasi kehidupan masyarakat menjadi bagian dari narasi panjang perjuangan melawan penindasan.

Peserta tampak antusias menyimak penjelasan sekaligus merefleksikan peran pers sebagai kontrol sosial.

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian HPN 2026 SMSI. Selain memperkaya perspektif sejarah, kegiatan tersebut diharapkan mampu meneguhkan komitmen insan pers untuk menjalankan tugas secara kritis, berimbang, dan bertanggung jawab demi kepentingan publik. (*/Mar)

Tentang penulis

Peserta HPN 2026 SMSI Susuri Jejak Multatuli di Lebak, Perkuat Nilai Kemanusiaan Dalam Jurnalisme 2 mystery

Marni

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
Next: Sidang PT Tanimbar Energi Memanas, Pengacara Terdakwa Sebut BAP Direkayasa

Related News

IMG-20260415-WA0018
1 min read
  • Metro

Otsus Bukan Hanya Soal Uang, Julian Kelly Kambu: Fokus pada Kebijakan dan Kewenangan Daerah

Marni Rabu, 15 April 2026
Screenshot_20260413_160842_Gallery
Pemprov PBD dan Politeknik KP Sorong Launching TEFA Kerang(foto/Mar)
2 min read
  • Metro

Pemprov PBD Bersama Politeknik KP Sorong Launching Program Budidaya Kerang    

Marni Senin, 13 April 2026
IMG-20260411-WA0002
2 min read
  • Metro

Tidak Ada Kejelasan, Penanganan Kasus Pemotongan Truk Picu Laporan ke Propam Papua Barat Daya

Marni Sabtu, 11 April 2026

Berita lainnya

Screenshot_2026-04-17-20-27-47-461_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Buka Lomba Anti Perundungan, Wawali Ambon Tekankan Pembentukan Karakter Siswa

Q Jumat, 17 April 2026
Screenshot_2026-04-17-13-19-40-136_com.android.chrome
1 min read
  • Daerah

Watubun Ikut Pembekalan Lemhanas, Ini Tujuannya

Q Jumat, 17 April 2026
Screenshot_2026-04-17-12-13-44-959_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Lapas Wahai Tegaskan Zero Halinar sebagai Komitmen Integritas 2026

Q Jumat, 17 April 2026
Screenshot_2026-04-17-12-13-21-660_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Estafet Sarung Meriahkan HBP ke-62 di Lapas Wahai

Q Jumat, 17 April 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d