
Kegiatan After Lunch Ketahanan Pangan Daerah Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Jumat (13/2/2026). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Persediaan bahan bakar minyak (BBM) serta LPG di Provinsi Maluku berada dalam kondisi aman, dan mencukupi untuk menghadapi periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, dalam kegiatan After Lunch yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Maluku di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/2/2026).
Menurut Abdul Haris, pemantauan stok BBM dilakukan secara berkala melalui koordinasi rutin dengan Pertamina Patra Niaga sebagai penyalur utama.
Selain itu, setiap hari Senin juga dilakukan rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama pemerintah pusat dan Kementerian Dalam Negeri, untuk memastikan data selalu terkini.
“Kita mengelompokkan BBM menjadi dua kategori utama, yaitu BBM bisnis seperti Pertamax yang dapat dibeli bebas di SPBU, dan BBM subsidi yang terdiri dari minyak tanah, solar, serta Pertalite yang masuk dalam jenis khusus penugasan (JKP),” jelasnya.
Per 10 Februari 2026, stok minyak tanah mencapai 221.082,6 kiloliter dengan rata-rata konsumsi harian 299 kiloliter. Dengan perhitungan tersebut, persediaan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 81 hari ke depan atau hingga 31 April 2026, jauh melebihi periode Ramadan dan Idul Fitri yang diperkirakan akan jatuh sekitar tanggal 20 hingga 21 Maret.
“Sekali lagi saya tegaskan, stok minyak tanah sangat aman dan masyarakat tidak perlu merasa khawatir,” tegas Abdul Haris.
Untuk solar subsidi, stok yang tersedia saat ini sebanyak 14.625 kiloliter dengan konsumsi harian sekitar 1.625 kiloliter, sehingga cukup untuk digunakan hingga 18 Februari 2026.
Meskipun masa simpan terlihat lebih singkat, ia menjamin, tidak akan terjadi kekosongan karena kapal pengangkut melakukan pengiriman rutin setiap minggu.
Sementara itu, stok Pertalite tercatat sebesar 8.101 kiloliter dengan konsumsi rata-rata 157 kiloliter per hari, yang cukup untuk digunakan hingga 1 April 2026 atau sekitar 51 hari ke depan.
“Sebagai BBM subsidi khusus penugasan, pengawasan terhadap distribusi Pertalite dilakukan dengan sangat ketat agar tepat sasaran,” tambahnya.
Untuk kebutuhan LPG, stok yang tersedia mencapai 206 metrik ton dengan distribusi harian rata-rata 8 metrik ton. Hal ini membuat persediaan cukup, untuk memenuhi kebutuhan hingga 25 Maret 2026 dan dinyatakan aman untuk menghadapi momen keagamaan.
Abdul Haris mengaku, terkadang muncul keluhan tentang kelangkaan BBM di beberapa wilayah, namun hal tersebut bukan karena stok secara keseluruhan habis.
“Masalah utama yang sering terjadi adalah, keterlambatan dalam proses pengiriman dari agen ke penyalur di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa kondisi ini sering memicu perilaku panic buying di kalangan masyarakat. Ketika ada keterlambatan pengiriman di satu daerah, warga akan berusaha membeli BBM di wilayah tetangga, yang akhirnya menyebabkan kekosongan sementara akibat lonjakan permintaan yang tidak terduga.
“Padahal jika dilihat dari total stok di provinsi, persediaan BBM masih sangat mencukupi. Hanya saja proses distribusi yang perlu dipercepat di beberapa titik,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang menemukan adanya kelangkaan BBM di daerah masing-masing, Abdul Haris mengimbau untuk segera melapor ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) tingkat kabupaten atau kota. Hal ini karena Dinas ESDM hanya beroperasi di tingkat provinsi dan tidak memiliki unit kerja di daerah.
“Jika terjadi kelangkaan di daerah seperti Masohi atau Tual, silakan hubungi Dinas Perindag setempat. Nantinya mereka akan berkoordinasi dengan kami di provinsi untuk kemudian mengajukan permintaan ekstra pengiriman kepada Pertamina Patra Niaga,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengharapkan dukungan dari para bupati dan wali kota di seluruh Maluku, agar lebih memperhatikan kondisi stok BBM subsidi di wilayah masing-masing, sehingga distribusi dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, untuk tidak panik. Stok BBM subsidi di Maluku dalam kondisi aman dan kami akan terus memantau perkembangannya setiap minggu,” pungkas Abdul Haris.
Kegiatan After Lunch yang dipandu oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, juga dihadiri oleh sejumlah kepala dinas terkait termasuk Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Kadis Perhubungan, Kadis Pertanian, Kadis Perikanan, serta Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR.





