
Direktur Utama PT Bank Maluku dan Maluku Utara, Syahrisal Imbar. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun 2026,di Hotel GIIA Maluku, Senin (23/2/2026).
Acara yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham dari pemerintah daerah di kedua provinsi tersebut juga menghadirkan berbagai tokoh kepala daerah, antara lain Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Bupati Maluku Tenggara H. Muhammad Thaher Hanubun, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, dan Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa.
Dalam rapat tersebut, dua poin utama menjadi fokus pembahasan, yaitu evaluasi kinerja keuangan tahun 2025,yang menunjukkan perkembangan luar biasa, serta penetapan besaran dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.
Direktur Utama PT Bank Maluku dan Maluku Utara, Syahrisal Imbar mengungkapkan, seluruh laporan pertanggungjawaban kinerja telah mendapatkan persetujuan bulat dari semua pihak pemegang saham, termasuk pemegang saham pengendali.
“Pemegang saham pengendali kami saat ini adalah, Pemerintah Provinsi Maluku dengan kepemilikan 34,5 persen, dan Bank Jakarta yang memiliki sekitar 7 persen saham,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian yang membanggakan tersebut menjadi dasar utama persetujuan yang diberikan oleh para pemegang saham.
Dari sisi aset, bank berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp10,55 triliun, meningkat sekitar 19,84 persen dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai Rp8,81 triliun.
“Penyaluran kredit juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 10,10 persen menjadi Rp6,07 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan kredit perbankan di tingkat nasional,” ujar dia.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp6,85 triliun dengan pertumbuhan tahunan 18,58 persen, dengan komposisi dana murah berupa giro, dan tabungan yang mencapai 51,34 persen, lebih tinggi dibandingkan produk deposito.
Kinerja laba juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan, dengan laba sebelum pajak mencapai Rp236,97 miliar atau naik 9,42 persen.
Laba bersih bahkan melonjak hingga 53 persen menjadi Rp181,80 miliar, jauh melampaui pertumbuhan laba industri perbankan nasional yang masih berada di angka satu digit.
“Kondisi permodalan bank juga sangat kuat dengan rasio sebesar 34,16 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat pada angka 2,55 persen yang menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya,” sebut Imbar.
Selain menyampaikan laporan kinerja, RUPS juga memutuskan untuk membagikan 74 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 dalam bentuk dividen.
Pemerintah Provinsi Maluku menjadi penerima terbesar dengan jumlah sekitar Rp47 miliar, meningkat dari Rp42 miliar pada tahun sebelumnya.
Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Timur masing-masing memperoleh alokasi dividen sekitar Rp7,79 miliar, sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara menerima sekitar Rp7,51 miliar. Daerah lain di Provinsi Maluku secara umum mendapatkan dividen dalam kisaran Rp3 hingga Rp4 miliar.
“Di wilayah Maluku Utara, meskipun porsi secara keseluruhan lebih kecil, Kabupaten Halmahera Tengah berhasil meraih dividen sekitar Rp4 miliar berkat konsistensi, dalam melakukan penyertaan modal ke bank daerah tersebut,” tutup dia.







