
Kepala Lapas Namlea Muhammad M. Marasabessy melakukan kunjungan kerja, untuk bertemu langsung dengan Bupati Buru Ikram Umasugi dan Sekretaris Daerah Azis Tomia, Senin (2/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Upaya pembangunan Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Namlea terus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru.
Sebagai bagian dari Program Nasional Pembentukan 100 Bapas di seluruh Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melakukan langkah konkret dengan menjalin koordinasi dengan pihak pemkab setempat.
Untuk itu, Kepala Lapas Namlea Muhammad M. Marasabessy melakukan kunjungan kerja, untuk bertemu langsung dengan Bupati Buru Ikram Umasugi dan Sekretaris Daerah Azis Tomia, Senin (2/3/2026).
Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari pembahasan awal yang telah dilakukan bersama Wakil Bupati, terkait perencanaan pembangunan fasilitas yang menjadi pilar penting dalam penerapan sistem peradilan pidana baru.
“Pembangunan Bapas di Namlea merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, untuk memperkuat sistem pemasyarakatan di daerah. Sebagai salah satu lokasi terpilih di Maluku selain Tual, Wonreli, Wahai, dan Dobo, kami sangat mengapresiasi dukungan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah,” ucap Marasabessy.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan, agar Pemda Buru dapat membantu menyediakan lokasi yang sesuai, baik melalui mekanisme hibah lahan maupun pemanfaatan gedung milik daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, keberadaan Bapas akan sangat membantu dalam menjalankan fungsi rehabilitasi dan pembinaan narapidana, serta pelaksanaan ketentuan baru dalam KUHP.
“Kami memahami bahwa pembangunan ini membutuhkan dukungan berbagai pihak. Melalui hibah lahan atau bangunan yang tidak terpakai, diharapkan proses pembangunan dapat segera dimulai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Buru,” jelasnya.
Menerima usulan tersebut, Bupati Ikram Umasugi menyatakan, bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam mendukung terwujudnya Bapas Namlea.
“Kami akan segera menginstruksikan dinas terkait, untuk melakukan inventarisasi dan pendataan secara menyeluruh terhadap seluruh lahan dan gedung milik daerah. Setelah itu, kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Lapas, untuk memastikan lokasi yang dipilih memenuhi semua standar dan kebutuhan operasional,” ungkapnya.
Bupati juga berharap, keberadaan Bapas di Namlea dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan, dan mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.






