
Warga binaan di Lapas Kelas III Wahai mengikuti kegiatan Yasinan bersama, yang digelar di Musala At-Taubah, Kamis (5/3/2026) malam. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Warga binaan di Lapas Kelas III Wahai mengikuti kegiatan Yasinan bersama, yang digelar di Musala At-Taubah, Kamis (5/3/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian, yang dimaknai lebih mendalam selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan berlangsung khusyuk dengan pembacaan Surah Yasin, yang dilanjutkan doa bersama serta lantunan zikir yang dipimpin oleh Majelis Taklim At-Taubah Lapas Wahai, La Joi.
Suasana malam yang bertepatan dengan bulan Ramadan menghadirkan nuansa religius yang menenangkan, sekaligus memperkuat nilai keimanan para warga binaan.
Menurut La Joi, kegiatan Yasinan menjadi salah satu bentuk pembinaan mental, dan spiritual bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak warga binaan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih di bulan Ramadan. Momentum ini sangat baik untuk memperbanyak ibadah, dan menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, pembinaan keagamaan merupakan salah satu fokus utama, dalam proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Kegiatan keagamaan seperti Yasinan terus kami dorong, agar warga binaan memiliki pegangan spiritual selama menjalani masa pidana. Kami ingin memastikan, mereka mendapatkan bekal moral yang memadai sehingga harapan, untuk berubah terus tumbuh, apalagi di bulan Ramadan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro turut mengapresiasi pembinaan keagamaan yang dilakukan pihak Lapas Wahai.
“Pembinaan kerohanian seperti ini merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Dengan penguatan nilai-nilai spiritual, diharapkan warga binaan dapat membangun kesadaran diri, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri untuk reintegrasi sosial,” tuturnya.
Melalui kegiatan kerohanian yang rutin dilaksanakan di Musala At-Taubah, Lapas Wahai terus berupaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang seimbang, baik secara jasmani maupun rohani, demi mendukung terwujudnya tujuan sistem pemasyarakatan.






