
Proses kurasi produk, yang dilakukan di Beranda Mesra Lapas Wahai, Kamis (12/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menyeleksi berbagai kerajinan tangan hasil karya Warga Binaan (WB), untuk dipamerkan di Lounge Layanan Imigrasi. Proses kurasi produk ini, dilakukan di Beranda Mesra Lapas Wahai, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang mendorong Immigration Lounge sebagai ruang promosi bagi produk hasil pembinaan warga binaan.
Produk-produk yang lolos seleksi dari Lapas Wahai nantinya akan ditampilkan di Lounge Kantor Imigrasi Kelas I Ambon, sebagai etalase karya kreatif warga binaan kepada masyarakat luas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menjelaskan, bahwa jajaran Subseksi Pembinaan saat ini tengah melakukan kurasi terhadap sejumlah karya, yang dinilai memiliki kualitas, serta nilai estetika yang baik.
Menurutnya, produk yang dipilih tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomis, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan.
“Melalui kesempatan ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa warga binaan juga mampu menghasilkan karya yang bernilai. Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi stigma negatif terhadap mereka,” kata Tersih.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw menyebut, beberapa produk unggulan yang disiapkan untuk dipamerkan antara lain, miniatur kapal pinisi, pebble art, hingga kerajinan anyaman tas.
“Sejumlah karya tersebut sebelumnya telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga instansi pemerintah,” ujar Mouw.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menilai, langkah tersebut sebagai bentuk sinergi layanan antara Pemasyarakatan dan Imigrasi, di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Lounge Imigrasi bukan hanya tempat pelayanan administratif, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, untuk melihat hasil pembinaan di Lapas,” ujarnya.
Dengan hadirnya etalase produk warga binaan di Lounge Layanan Imigrasi Ambon, diharapkan karya-karya dari Lapas Wahai dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain berpotensi menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), hasil penjualan produk juga dapat menjadi premi bagi warga binaan, sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.





