
Warga binaan berhasil memanen 15 ikat sayur kangkung dari kebun pembinaan, yang berada di dalam area lapas, Kamis (12/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan komitmennya, dalam mendukung kemandirian pangan melalui kegiatan pertanian hidroponik.
Pada Kamis (12/3/2026), warga binaan berhasil memanen 15 ikat sayur kangkung dari kebun pembinaan, yang berada di dalam area lapas.
Panen sayuran tersebut dilakukan di lahan sempit seluas sekitar 16 meter persegi yang dimanfaatkan sebagai kebun hidroponik.
Meski dilaksanakan di tengah bulan Ramadan, aktivitas pembinaan bagi warga binaan tetap berjalan, dengan semangat dan konsisten.
Staf Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, George Riupassa menjelaskan, keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan, untuk mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Kami berusaha memaksimalkan ruang yang ada, agar kegiatan pembinaan tetap berjalan. Warga binaan juga terus kami dorong dan dampingi, agar mereka bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw menilai, panen tersebut menjadi bukti antusiasme warga binaan, dalam mengikuti program pembinaan.
Menurutnya, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan di dalam lapas, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga binaan, untuk terus belajar dan berkarya.
“Walaupun lahannya terbatas, mereka sangat rajin merawat tanaman setiap hari. Hasil panen ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, sekaligus menjadi penyemangat bagi warga binaan selama menjalani pembinaan, terlebih di bulan Ramadan,” katanya.
Salah seorang warga binaan berinisial WK mengaku bangga, dapat melihat hasil kerja mereka sendiri. Ia mengatakan rasa lelah selama merawat tanaman seolah terbayar, ketika melihat tanaman kangkung tumbuh subur dan siap dipanen.
“Senang sekali melihat hasilnya. Semoga sayuran ini bisa diolah untuk tambahan menu, saat berbuka puasa bersama teman-teman di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengaku, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian, sekaligus implementasi dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan lapas terhadap program pemerintah dalam mendorong ketahanan dan kemandirian pangan.
“Selain memberikan keterampilan bagi warga binaan, kegiatan ini juga menunjukkan, bahwa dengan semangat dan kemauan, keterbatasan ruang bukan halangan untuk tetap produktif,” jelasnya.
Panen kangkung hidroponik tersebut menjadi gambaran positif dari kegiatan pembinaan di Lapas Wahai.
Di tengah keterbatasan fasilitas, warga binaan tetap mampu menunjukkan produktivitas dan semangat untuk terus berkarya.





