
Pemkot Ambon menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025, sekaligus mengajukan tiga Ranperda, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon, Selasa (31/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, sekaligus mengajukan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon, Selasa (31/3/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang paripurna DPRD itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Gerald Mailoa, dan dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta, Sekretaris Kota Robby Sapulette, pimpinan DPRD, Forkopimda, serta jajaran OPD.
Tiga Ranperda yang diusulkan mencakup perlindungan tenaga kerja lokal, pengaturan usaha rumah kost, serta kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai upaya memperkuat tata kelola kota.
Dalam pemaparannya, Wali Kota menegaskan, arah pembangunan sepanjang 2025 difokuskan pada peningkatan kualitas layanan publik dan pemerataan pembangunan.
“Salah satu prioritas utama adalah, perbaikan infrastruktur dasar, termasuk peningkatan sejumlah ruas jalan di wilayah Hutumuri, Passo, Batumerah, dan Laha,” kata dia.
Di bidang ekonomi, pemerintah kota terus mendorong sektor kreatif dan UMKM, agar menjadi penopang utama pertumbuhan daerah. Berbagai program dilakukan, mulai dari pendampingan usaha, bantuan sarana, hingga penguatan kelembagaan koperasi.
Sektor kesehatan juga menunjukkan progres signifikan dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) yang hampir menyeluruh, disertai penurunan angka stunting ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
“Sementara di bidang pendidikan, Pemkot Ambon tetap mempertahankan identitas sebagai kota musik dengan memasukkan kurikulum musik di sekolah, sekaligus memberikan bantuan pendidikan bagi ratusan siswa melalui program Kartu Ambon Pintar,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, Pemkot Ambon juga terus memperkuat sistem pemerintahan berbasis digital melalui pengembangan Smart City, termasuk pengoperasian command center, dan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan administrasi.
“Selain program pembangunan, perhatian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah tetap menjadi prioritas, melalui berbagai bantuan sosial dan dukungan bagi kelompok rentan, serta lembaga keagamaan,” tandas Wali Kota.
Wali Kota menekankan, seluruh kebijakan dan program yang dijalankan bertujuan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di Kota Ambon.




