
Lapas Kelas III Wahai mengintensifkan pengawasan terhadap layanan Wartelsuspas, melalui monev, serta sidak, Kamis (2/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mengambil langkah tegas, dengan mengintensifkan pengawasan terhadap layanan Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), serta inspeksi mendadak (sidak), Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas komunikasi warga binaan, selama momentum libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.
Pihak lapas menilai, lonjakan penggunaan tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan yang ketat, guna memastikan tidak terjadi pelanggaran maupun penyalahgunaan fasilitas.
Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana Wartelsuspas. Mulai dari kondisi perangkat telepon, jaringan instalasi kabel, hingga administrasi penggunaan yang tercatat dalam buku register.
Pemeriksaan ini juga bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya sambungan ilegal, atau upaya manipulasi sistem.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyatakan, Wartelsuspas merupakan satu-satunya akses komunikasi resmi, yang diperbolehkan bagi warga binaan. Oleh karena itu, keberadaan dan pengelolaannya harus dijaga secara optimal.
“Momentum Lebaran memang identik dengan meningkatnya kebutuhan komunikasi warga binaan dengan keluarga. Namun di sisi lain, pengawasan harus tetap diperketat, agar fungsi layanan ini tidak disalahgunakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan pengawasan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Wahai, dalam mendukung program pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan peredaran narkoba.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruh fasilitas Wartelsuspas dilaporkan dalam kondisi baik dan berfungsi normal. Petugas juga tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran, maupun perangkat tambahan yang mencurigakan.
Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Di akhir kegiatan, petugas operator Wartelsuspas juga diberikan arahan untuk meningkatkan ketelitian, serta memperketat pengawasan terhadap setiap warga binaan yang memanfaatkan layanan komunikasi tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan oleh jajaran Lapas Wahai.
Ia menilai, upaya pengawasan secara berkala merupakan bagian penting, dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Deteksi dini melalui monev dan sidak seperti ini sangat efektif, untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Kami berharap, langkah ini terus dilakukan secara konsisten,” ungkapnya.




