
Kepala Dispora Kota Ambon, Richard Luhukay. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Upaya memperluas keterlibatan perempuan dalam aktivitas olahraga terus didorong, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
Salah satu langkah yang diambil adalah, melalui inisiatif Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang menggelar lomba gawang mini khusus bagi perempuan.
Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi strategi membangun budaya olahraga yang lebih terbuka dan inklusif di tengah masyarakat. Selama ini, olahraga gawang mini cenderung identik dengan partisipasi laki-laki.
Kepala Dispora Kota Ambon, Richard Luhukay menjelaskan, penyelenggaraan lomba tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap olahraga rakyat.
“Selama ini, ruang partisipasi perempuan dalam olahraga gawang mini masih terbatas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan, bahwa olahraga dapat diikuti oleh semua kalangan tanpa terkecuali,” ujarnya kepada wartawan, di Kamari Hotel Ambon, Kamis (9/4/2026).
Menurut Luhukay, gawang mini memiliki potensi besar, sebagai olahraga berbasis komunitas yang mudah diakses dan digemari masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah juga melihat pentingnya menjaga eksistensi olahraga tersebut, sebagai bagian dari kekayaan lokal.
Ia menambahkan, bahwa ke depan tidak menutup kemungkinan gawang mini akan didorong untuk memiliki pengakuan lebih luas, termasuk sebagai ciri khas daerah yang bernilai budaya.
“Selain aspek inklusivitas, lomba ini juga diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya minat dan bakat baru di kalangan perempuan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik,” kata Luhukay.
Menurutnya, panitia pelaksana menyiapkan total hadiah sekitar Rp30 juta untuk menarik minat peserta.
Pertandingan direncanakan berlangsung di Stadion Galala, Ambon, setelah proses pendaftaran dinyatakan memenuhi kuota yang ditetapkan.
Dispora Ambon sendiri, lanjut Luhukay, masih membuka peluang perpanjangan masa pendaftaran, apabila jumlah peserta belum mencukupi.
“Melalui langkah ini, pemerintah berharap olahraga tidak lagi dipandang sebagai ruang eksklusif kelompok tertentu, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang inklusif dan merata,” harap Luhukay.





