Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

Tambang Sinabar di Luhu Picu Kekhawatiran, Marasabessy Minta Langkah Nyata

Q Jumat, 24 April 2026 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
IMG20260421164155-1536x865~3

Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ismail Marasabessy. Foto-Ist/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Aktivitas pertambangan sinabar di kawasan Gunung Tembaga, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menjadi sorotan.

Dugaan terjadinya pencemaran akibat penggunaan merkuri, dinilai semakin mengancam kesehatan warga serta kelestarian lingkungan di sekitar wilayah tersebut.

Anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan Seram Bagian Barat, Ismail Marasabessy menyatakan, bahwa permasalahan pertambangan di wilayah tersebut telah berlangsung dalam waktu yang lama, dan terus dikeluhkan oleh masyarakat.

“Persoalan tambang sinabar ini bukanlah hal yang baru. Masyarakat telah lama menyampaikan kekhawatirannya, terutama karena penggunaan merkuri yang diduga telah menyebar luas, dan menimbulkan dampak langsung terhadap kesehatan,” ujarnya kepada wartawan, di Ambon, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, diperlukan tindakan nyata dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar permasalahan ini tidak terus berlanjut tanpa adanya penyelesaian yang pasti.

Marasabessy menyebut, rencana penataan pertambangan rakyat sebenarnya merupakan solusi yang tepat, namun pelaksanaannya hingga saat ini belum terlihat memberikan hasil yang berarti.

“Jika memang niatnya untuk menata dengan sistem yang lebih bertanggung jawab, itu adalah langkah yang baik. Namun pada kenyataannya, hal tersebut belum berjalan secara maksimal, sehingga aktivitas pertambangan rakyat masih berlangsung tanpa pengawasan dan pengendalian yang memadai,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah, untuk tidak hanya berfokus pada aspek perizinan semata, tetapi juga melaksanakan program penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat mengenai bahaya merkuri, agar dampak negatif yang ditimbulkan dapat ditekan serendah mungkin.

Pada kesempatan yang sama, Ismail juga menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi di kawasan Gunung Botak, di Kabupaten Buru.

Dia mengangga, ini sebagai bukti lemahnya pengawasan yang dilakukan. Meskipun sempat dilakukan upaya penertiban, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut dikatakan belum sepenuhnya berhenti.

“Kita tidak boleh hanya berhenti pada wacana atau laporan saja. Di Gunung Botak pernah dinyatakan sudah bersih dari aktivitas ilegal, namun pada kenyataannya masih ada kegiatan yang berlangsung. Hal ini menunjukkan, bahwa diperlukan ketegasan yang lebih serius dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Selain pertambangan sinabar, Marasabessy juga menyoroti keberadaan pertambangan nikel di wilayah Kabupaten SBB, yang diketahui memiliki permasalahan terkait kelengkapan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Kami menyerahkan pengecekan dan penelusuran hal ini kepada instansi yang berwenang. Jika izin yang dimiliki sudah jelas, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, maka kegiatan tersebut dapat dilanjutkan. Namun jika terdapat ketidakjelasan atau penyimpangan, maka proses hukum harus segera dijalankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa kepastian hukum merupakan hal yang paling penting, agar seluruh aktivitas pertambangan yang berlangsung tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

“Harus ada kejelasan dalam setiap aspeknya. Jangan sampai kegiatan yang tidak sesuai aturan terus dibiarkan, karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan permasalahan sosial di tengah masyarakat,” tutupnya.

Tentang penulis

Tambang Sinabar di Luhu Picu Kekhawatiran, Marasabessy Minta Langkah Nyata 1 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Gubernur PBD ,Komitmen  Mendukung sektor kesehatan dan pendidikan
Next: Toisutta Tekankan Penguatan Soliditas di Musda II Kosgoro 1957 Maluku

Related News

Screenshot_2026-04-02-14-40-11-770_com.android.chrome
  • Daerah

Irawadi: Kekayaan Emas Gunung Botak Harus Berdampak bagi Kesejahteraan Warga Buru

Q Kamis, 18 Juni 2026
image_search_1781748265710
  • Daerah

Inovasi Digital Pemkot Ambon Dinilai Jadi Terobosan Tingkatkan Pelayanan Publik

Q Kamis, 18 Juni 2026
image_search_1781661772593
  • Daerah

Jelang Nobar Belanda vs Swedia, Luhukay Ajak Warga Ambon Jaga Kebersamaan

Q Rabu, 17 Juni 2026

Berita lainnya

Screenshot_2026-04-02-14-40-11-770_com.android.chrome
  • Daerah

Irawadi: Kekayaan Emas Gunung Botak Harus Berdampak bagi Kesejahteraan Warga Buru

Q Kamis, 18 Juni 2026
image_search_1781748265710
  • Daerah

Inovasi Digital Pemkot Ambon Dinilai Jadi Terobosan Tingkatkan Pelayanan Publik

Q Kamis, 18 Juni 2026
IMG-20260618-WA0020
PT Pertamina EP Papua berhasil berproduksi Sumur SLW-F2X (Foto/istimewa)
  • Migas

PT Pertamina EP Papua Catat Kinerja Positif, Sumur SLW-F2X Sukses Berproduksi

Marni Kamis, 18 Juni 2026
Screenshot_20260617_231128_Chrome
  • Hukrim

Polresta Sorong Kota Berhasil Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Residivis Diamankan Usai Melawan dan Cabut Senjata Tajam

Marni Rabu, 17 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d