
Pembukaan Musda II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku, yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/4/2026). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku dinilai sebagai momentum strategis, untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong kemajuan pembangunan daerah, khususnya melalui pengembangan sektor ekonomi kelautan yang menjadi andalan wilayah ini.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roby Sapulette, saat acara pembukaan Musda yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/4/2026).
Wali Kota menegaskan, bahwa penyelenggaraan Musda bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan wadah penting untuk melakukan evaluasi kinerja organisasi, sekaligus merumuskan arah kebijakan yang selaras dengan kebutuhan dan dinamika pembangunan daerah.
“Musda harus menjadi ruang konsolidasi yang produktif, sekaligus momentum untuk merumuskan kebijakan organisasi yang mampu menjawab berbagai tantangan, dan mendukung percepatan pembangunan daerah,” kata dia
Wali Kota menilai, tema yang diusung dalam kegiatan ini, yakni Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kelautan, sangat tepat dan selaras dengan karakteristik geografis Maluku, sebagai wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan dan potensi sumber daya laut yang sangat melimpah.
Namun di sisi lain, harus diakui bahwa potensi besar tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, dan manfaatnya belum dirasakan secara merata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Kita memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang luar biasa, namun hingga saat ini masih dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya logistik, hingga kesenjangan tingkat pembangunan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya,” jelasnya.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya menyusun kebijakan pembangunan yang adaptif, dan disesuaikan dengan kondisi khas daerah kepulauan.
Menurutnya, pendekatan pembangunan yang bersifat sentralistik seringkali tidak mampu menjawab kebutuhan riil, dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat di Maluku.
Dalam konteks tersebut, keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti Kosgoro 1957 dinilai memiliki peran strategis dan menjadi mitra penting bagi pemerintah, baik dalam upaya memberdayakan masyarakat maupun mendorong pengembangan ekonomi, yang bertumpu pada potensi lokal.
“Kami berharap, Kosgoro dapat berkontribusi aktif, baik dalam mengawal pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, maupun membantu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap pasar, dan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya pengembangan ekonomi berbasis kelautan harus dilaksanakan secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen terkait, mulai dari kelompok nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, hingga generasi muda sebagai penerus pembangunan.
Untuk itu, Wali Kota berharap, Musda II ini mampu melahirkan gagasan dan pemikiran yang strategis, menyusun program kerja yang konkret dan tepat sasaran, serta menetapkan kepemimpinan organisasi yang visioner dan bertanggung jawab.
“Jadikan Musda ini sebagai ruang dialog yang konstruktif, sehingga menghasilkan solusi nyata dan terukur guna mendukung kemajuan pembangunan daerah,” tutupnya.
Ke depannya, Musda II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi, dalam mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan, dengan menjadikan sektor kelautan sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Maluku.





