
Lapas Kelas III Wahai menerima kunjungan kerja dari tim Wasmat Pengadilan Negeri Dataran Hunimoa, Jumat (24/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menerima kunjungan kerja dari tim Hakim Pengawas dan Pengamat (Wasmat) Pengadilan Negeri Dataran Hunimoa, Jumat (24/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan, untuk melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan putusan pengadilan, sekaligus mengevaluasi perkembangan dan efektivitas program pembinaan, yang diberikan kepada warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Wahai diawali dengan dialog interaktif antara tim Wasmat dan jajaran petugas, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pendukung seluruh kegiatan pemasyarakatan.
Tim memeriksa dan memantau berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari tempat ibadah, ruang kegiatan, hingga inovasi layanan kesehatan mandiri yang telah diterapkan di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyambut baik kunjungan tersebut, dan menilai hal ini sebagai bentuk upaya menjaga akuntabilitas serta transparansi, dalam setiap pelaksanaan tugas dan program pembinaan.
“Kami sangat terbuka terhadap kunjungan dan pengawasan yang dilakukan tim Wasmat. Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar proses pemeriksaan, melainkan menjadi ruang diskusi dan masukan berharga. Hal ini penting, untuk memastikan seluruh hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik, dan seluruh program pembinaan berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Dari unsur yudikatif, anggota tim Wasmat, Aditya Royandi Rizkianda menegaskan, bahwa pelaksanaan pengawasan pascaputusan merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga peradilan, guna menjamin nilai keadilan dapat berjalan hingga tahap akhir.
“Tugas dan tanggung jawab kami tidak berhenti saat vonis atau putusan dijatuhkan. Kami ingin melihat langsung, bagaimana proses pembinaan berlangsung dan seberapa besar dampaknya terhadap perubahan perilaku narapidana. Kami juga memberikan apresiasi, mengingat secara keseluruhan kondisi dan suasana di Lapas Wahai terlihat tertib, aman, dan kondusif,” jelasnya.
Dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Menurutnya, kerja sama dan sinergi antar lembaga penegak hukum menjadi kunci utama, dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan pihak pengadilan harus terus diperkuat dan dipelihara. Pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan sangat diperlukan, agar seluruh program pembinaan berjalan secara optimal dan benar-benar mampu menyiapkan warga binaan, untuk kembali berinteraksi dan berperan positif di tengah masyarakat nantinya,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan pengawasan yang konsisten dan terstruktur seperti ini, diharapkan tercipta keselarasan antara isi putusan hukum dengan pelaksanaan pembinaan di lapangan, sehingga pada akhirnya mampu menghadirkan kepastian hukum yang berkeadilan serta memberikan dampak nyata bagi perbaikan diri warga binaan.






