
Lapas Kelas III Wahai, saat lomba karaoke bagi warga binaan, Kamis (23/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Suasana ceria, penuh tawa, dan keakraban mewarnai lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Kamis (23/4/2026), saat lomba karaoke bagi warga binaan.
Lomba karaoke ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, sekaligus menjadi sarana pembinaan kepribadian yang humanis dan bersifat rekreatif.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang mewakili setiap blok hunian, dengan menampilkan beragam jenis lagu mulai dari pop, dangdut, hingga lagu bernuansa religi.
Setiap penampilan menciptakan suasana yang hangat dan akrab, sekaligus menjadi wadah ekspresi bagi warga binaan, untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki.
Yang menjadi keunikan dalam kegiatan ini adalah, proses penjuriannya tidak hanya melibatkan petugas pemasyarakatan, tetapi juga melibatkan warga binaan yang dipilih secara adil.
Hal ini dilakukan, sebagai bentuk pemberian ruang partisipasi aktif, dalam setiap program pembinaan yang diselenggarakan.
“Kegiatan seperti ini membuat kami merasa senang dan terhibur. Di tengah menjalani masa pidana, acara ini memberikan semangat baru, sekaligus menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu, untuk menyalurkan hobi bernyanyi,” ujar salah satu warga binaan berinisial IB.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, lomba karaoke merupakan bagian dari program pembinaan yang memiliki manfaat dan dampak nyata, selaras dengan tema Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, yaitu Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan belaka. Kami berharap melalui momen seperti ini dapat tumbuh rasa percaya diri, semangat juang, dan jiwa kebersamaan di antara warga binaan. Hal ini menjadi bagian penting dari pembinaan mental, agar mereka senantiasa berpikiran positif, dan siap kembali berinteraksi serta berkontribusi di tengah masyarakat nantinya,” ujarnya.
Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan pembinaan yang kreatif, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Proses pembinaan tidak hanya diukur dari aspek kedisiplinan dan kepatuhan semata, tetapi juga bagaimana kita mampu mengarahkan dan menyalurkan potensi yang dimiliki warga binaan ke arah yang positif. Kegiatan seperti ini terbukti mampu menciptakan suasana lingkungan yang kondusif, sekaligus mendukung tercapainya tujuan pemasyarakatan yang berdampak dan berkualitas,” ungkapnya.
Pada ajang tersebut, warga binaan berinisial AM, IB, dan RP berhasil meraih peringkat juara pertama, kedua, dan ketiga.
Kegiatan ditutup dengan hiburan bersama yang semakin menambah keceriaan dan semangat seluruh peserta, sekaligus memperkuat proses pembinaan karakter dan sosial yang dijalankan selama masa pengampunan pidana.






