Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

Dirjen Gakkum ESDM Soroti Keterlibatan WNA di Gunung Botak

Q Jumat, 8 Mei 2026 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
Screenshot_2026-05-08-11-13-30-857_com.android.chrome

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM RI, Rilke Jeffri Huwae, saat bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan, di Ambon, Kamis (7/5/2026). Foto-Ist/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Rilke Jeffri Huwae menilai, keberadaan 24 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok di kawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak, Pulau Buru, bukan sekadar persoalan pelanggaran administrasi atau izin keimigrasian.

Menurut Huwae, keterlibatan WNA dalam aktivitas tambang ilegal telah menyentuh persoalan yang lebih serius, yakni hal yang menyangkut kedaulatan negara, atas pengelolaan sumber daya alam.

“Kalau sudah melibatkan warga negara asing, apalagi dalam jumlah banyak, maka persoalannya tidak bisa dianggap sederhana,” ujar Huwae kepada wartawan di Ambon, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, apabila praktik tambang ilegal hanya dilakukan oleh masyarakat lokal atau warga negara Indonesia, penanganannya masih berada dalam konteks pelanggaran hukum nasional.

Namun, masuknya pihak asing ke dalam aktivitas pertambangan ilegal menunjukkan adanya indikasi campur tangan pihak luar, terhadap kekayaan alam Indonesia.

Menurut Huwae, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial di daerah.

“Ini bukan sekadar persoalan tambang ilegal biasa. Kita harus melihat lebih jauh bagaimana pihak luar bisa masuk, dan ikut mengelola kekayaan alam kita secara melawan hukum,” tegasnya.

Ia juga menyinggung tingkat sensitivitas masyarakat Maluku terkait pengelolaan sumber daya alam, yang selama ini dianggap lebih banyak dinikmati oleh pihak luar daerah. Oleh karena itu, keterlibatan WNA di kawasan Gunung Botak disebut semakin memperbesar keresahan publik.

Huwae menegaskan, penanganan terhadap 24 WNA tersebut tidak boleh berhenti hanya pada pemeriksaan dokumen maupun proses deportasi semata.

Pemerintah pusat, katanya, kini sedang fokus menelusuri jaringan, serta pihak-pihak yang diduga berada di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

Pasca penertiban di Gunung Botak, Kementerian ESDM telah menurunkan tim penyidik ke Pulau Buru, untuk melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk terhadap para WNA yang telah diamankan.

“Tim penyidik sudah bekerja di lapangan, dan pemeriksaan terhadap para WNA akan dilakukan secara intensif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Huwae juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal, termasuk jika terdapat pejabat daerah maupun mantan pejabat, yang terbukti ikut bermain dalam praktik tersebut.

Ia memastikan, bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, dan tidak akan memberi ruang kompromi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum di kawasan pertambangan ilegal Gunung Botak.

Selain itu, Huwae mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kodam XV/Pattimura dan Polda Maluku, yang melakukan rotasi personel di kawasan Gunung Botak.

“Saya menilai langkah tersebut sangat penting, untuk menjaga objektivitas pengawasan, serta memperkuat upaya penegakan hukum di lokasi tambang ilegal tersebut,” tandas Huwae.

Tentang penulis

Dirjen Gakkum ESDM Soroti Keterlibatan WNA di Gunung Botak 1 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Kominfo Ambon Ingatkan Pentingnya Literasi di Tengah Arus Digitalisasi
Next: Pelupessy Pastikan Pria Terlantar Asal Nabire Dipulangkan usai Jalani Perawatan

Related News

IMG_20260624_134828
  • Daerah

Sengketa Lahan Wihara Masih Didalami, Sarimanella: DPRD Belum Ambil Sikap

Q Rabu, 24 Juni 2026
IMG-20260624-WA0018~2
  • Daerah

Leiwakabessy Tekankan Pentingnya Landasan Ilmiah dalam Tata Kelola Pertambangan di Maluku

Q Rabu, 24 Juni 2026
IMG-20260624-WA0017~2
  • Daerah

Huwae Dorong Kebijakan Berbasis Riset untuk Perkuat Pembangunan Daerah

Q Rabu, 24 Juni 2026

Berita lainnya

20260624_230111
Walikota sorong septinus lobatdidampingi Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi., M.M., bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Komandan Kodim 1802/Sorong turun langsung meninjau lokasi bencana kebakaran di Jalan Perikanan, Kelurahan Malawei dan Kelurahan Klaligi(foto/istimewa)
  • Pemerintahan

Wali Kota Sorong Perintahkan Penanganan Cepat Korban Kebakaran di Malawei dan Klaligi

Marni Rabu, 24 Juni 2026
IMG-20260624-WA0007
Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku salurkan santunan ke 5 Panti Asuhan di Jayapura (Foto/Istimewa)
  • Migas

Pertamina Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura

Marni Rabu, 24 Juni 2026
IMG-20260624-WA0069
  • Metro

Ditresnarkoba Polda Papua Barat Daya Serahkan Empat Berkas Perkara Narkotika ke Kejaksaan Negeri Sorong  

Marni Rabu, 24 Juni 2026
20260624_111358
Kepala BLUD UPTD Konservasi Raja Ampat, Hasan Makassar (Foto/Mar)
  • Pariwisata

Terra Abadi Papua Jadi Mitra Baru, Perkuat Konservasi Perairan Raja Ampat  

Marni Rabu, 24 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d