
Lapas Kelas III Wahai melaksanakan skrining kesehatan, dan tes urine terhadap satu orang tahanan baru, Kamis (7/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melaksanakan skrining kesehatan, dan tes urine terhadap satu orang tahanan baru, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini, untuk memastikan kondisi kesehatan tahanan, sekaligus mencegah masuknya penyalahgunaan narkotika ke dalam lingkungan lapas.
Pemeriksaan berlangsung di klinik Lapas Wahai dengan melibatkan petugas kesehatan dan jajaran satuan pengamanan.
Tahanan baru menjalani serangkaian prosedur medis, mulai dari pengukuran tekanan darah, pemeriksaan riwayat penyakit menular, hingga pengambilan sampel urine.
Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Dayu menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan prosedur standar dan wajib, yang diterapkan kepada setiap tahanan baru, sebelum ditempatkan di lingkungan hunian lapas.
“Kami melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, untuk mengetahui kondisi kesehatan tahanan sejak awal. Apabila ditemukan indikasi penyakit, atau hasil tes urine yang positif, kami dapat segera mengambil langkah penanganan medis dan pengawasan lebih lanjut,” ujar Dayu.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi menegaskan, skrining kesehatan dan tes urine menjadi bagian penting, dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan di lingkungan pemasyarakatan.
“Skrining ini merupakan langkah antisipatif, untuk memastikan lingkungan lapas tetap sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kami tidak ingin ada potensi gangguan kesehatan maupun pengaruh narkotika yang masuk dari luar,” tegasnya.
Menurut La Joi, deteksi dini menjadi salah satu langkah preventif, yang terus diperkuat guna mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara optimal.
Langkah tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Dia menekankan pentingnya pelaksanaan prosedur penerimaan tahanan secara disiplin dan konsisten, di seluruh satuan kerja pemasyarakatan yang ada di wilayah Maluku.
“Saya menginstruksikan seluruh jajaran pemasyarakatan di Maluku, untuk memperketat skrining bagi warga binaan maupun tahanan baru. Hal ini penting, untuk memastikan setiap individu yang masuk ke dalam sistem pemasyarakatan, berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan bersih dari narkoba,” ujarnya.




