Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Ekonomi & Bisnis

  • Ekonomi & Bisnis

KPwBI Papua Barat dan Pemprov PBD Luncurkan SIGERAK: Sinergi Gerak Pangan Murah Keliling Tekan Inflasi 

Marni Selasa, 12 Mei 2026 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
IMG-20260512-WA0007
Peluncurkan SIGERAK oleh KPwBI Papua Barat dan Pemprov PBD. [Foto: ist]
Bagikan berita ini
        

 

KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Papua Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong resmi meluncurkan program SIGERAK (Sinergi Gerak Pangan Murah Keliling PBD).

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (12/5/2026), sebagai langkah strategis menekan laju inflasi yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Perwakilan KPwBI Papua Barat, Setian, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat Daya dan TPID Kota Sorong.

Ia menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan butuh sinergi lintas instansi ,termasuk Bulog, Polda Papua Barat Daya, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Jika kita bersinergi, kekuatan dan kegiatan kita akan lebih bermanfaat dibanding berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru per April 2026, inflasi tahun ke tahun di Papua Barat Daya mencapai 3,85 persen, angka ini berada di atas kisaran target nasional sebesar 2,5 persen. Kondisi ini makin tertekan oleh kelompok pangan tidak berasuransi (volatile food) yang mencatatkan inflasi mencapai 7,71 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2025.

Hal inilah yang mendorong lahirnya SIGERAK sebagai solusi menjaga stabilitas harga pangan yang menyangkut kebutuhan hidup banyak masyarakat.

Setian menjelaskan, SIGERAK selaras dengan strategi pengendalian inflasi 4K: Ketersediaan, Keterjangkauan, Kelancaran distribusi, dan Informasi efektif. Program ini telah memenuhi dua pilar utama, yaitu keterjangkauan harga karena pangan dijual lebih murah langsung dari distributor/Bulog ke konsumen, serta kelancaran distribusi dengan sistem keliling ke lokasi yang paling membutuhkan.

Ia berharap SIGERAK berjalan konsisten sepanjang 2026 sesuai rencana, dengan komitmen penuh dari seluruh pihak terkait.

“Kami berharap kegiatan ini beroperasi di sekitar pasar, agar harga jual yang wajar dapat menyeimbangkan harga di pasar. Tujuannya agar angka inflasi yang dicatat BPS bisa turun, tanpa merugikan pedagang lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, menyebut SIGERAK sebagai inovasi baru TPID.

Berbeda dengan pasar murah konvensional yang menetap di satu titik, program ini menggunakan mobil box untuk mengantar kebutuhan pokok langsung ke lingkungan warga, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pasar. Komoditas yang dijual meliputi beras, telur, minyak goreng, bawang, tomat, dan bahan pokok lain dengan harga di bawah harga pasaran.

Program ini baru berupa proyek percontohan di Kota Sorong dengan satu unit armada. Kedepannya, jika dampaknya signifikan, jumlah kendaraan akan ditambah dan jangkauan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Papua Barat Daya. Secara rutin, SIGERAK direncanakan berjalan 10–15 kali sebulan, dengan jadwal dan jenis komoditas disesuaikan berdasarkan pemantauan harga pasar. Jika harga stabil, kegiatan akan disesuaikan kebutuhan.

Untuk pengawasan, tim pelaksana melibatkan unsur kepolisian dan instansi terkait. Jika ditemukan oknum yang memanipulasi harga atau melanggar aturan, akan ada tindakan tegas mulai dari administratif hingga hukum sesuai tingkat pelanggaran. Saat ini, pasokan masih bersumber dari distributor, namun ke depan akan dibuka peluang melibatkan petani dan kelompok tani lokal guna mendukung ekonomi masyarakat setempat.

Tentang penulis

KPwBI Papua Barat dan Pemprov PBD Luncurkan SIGERAK: Sinergi Gerak Pangan Murah Keliling Tekan Inflasi  1 mystery

Marni

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Wali Kota Ambon Tekankan Validasi Data dalam Penyaluran Bansos
Next: Wali Kota Pastikan Seleksi Sekkot Ambon Berjalan dengan Prinsip Keterbukaan

Related News

1_Foto-Ilustrasi-LPS_Lobby-LPS
  • Ekonomi & Bisnis

Jaga Stabilitas Perbankan, LPS Tetapkan Penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan

Marni Kamis, 25 Juni 2026
IMG-20260624-WA0046
Niyatha Society tempat paling hits untuk nongkrong dan refreshing di Kabupaten Sorong (Foto/ istimewa)
  • Ekonomi & Bisnis

Niyatha Society Cafe, Konsep One Stop Service Pusat Hiburan, Perawatan, dan Kesehatan Paling Hits  

Marni Rabu, 24 Juni 2026
6_Foto-Ilustrasi-LPS_Lobby-LPS
  • Ekonomi & Bisnis

Tingkat Bunga Penjaminan Tetap: LPS Pastikan Perlindungan Simpanan Masyarakat

Marni Jumat, 29 Mei 2026

Berita lainnya

IMG-20260626-WA0048
Polda papua Barat Daya Press Release berhasil mengungkapkan kasus tindak pidana penipuan online (Foto/Mar)
  • Metro

Pelaku Penipu Online Bermodus Sewa Alat Konstruksi Diamankan Polda Papua Barat Daya

Marni Jumat, 26 Juni 2026
IMG-20260625-WA0074
  • Daerah

DPRD Maluku Cermati Pertanggungjawaban APBD 2025

Q Jumat, 26 Juni 2026
IMG-20260626-WA0007
  • Daerah

Bodewin: Keberagaman Adalah Modal Besar Membangun Kota Ambon

Q Jumat, 26 Juni 2026
20260626_182649
Pembukaan Audisi seleksi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2026 ,(Foto /Mar)
  • Pendidikan

Pemprov PBD Resmi Buka Audisi Gita Bahana Nusantara 2026, Cari Perwakilan Tampil di HUT RI ke-81

Marni Jumat, 26 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d