
Pemasangan tanda assembly point, dan jalur evakuasi pada sejumlah area strategis di Lapas Wahai, Rabu (13/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memasang tanda titik kumpul (assembly point), dan jalur evakuasi di sejumlah area strategis, sebagai langkah mitigasi risiko menghadapi situasi darurat, Rabu (13/5/2026).
Penentuan titik evakuasi dan jalur penyelamatan dilakukan, guna memastikan keselamatan petugas dan warga binaan, apabila terjadi bencana alam maupun gangguan keamanan, yang mengharuskan pengosongan bangunan secara cepat.
Rambu jalur evakuasi dan titik kumpul dipasang pada evakuasi, yang dinilai aman dari potensi runtuhan bangunan, serta mudah diakses oleh seluruh penghuni lapas.
Penandaan tersebut menjadi bagian dari standar operasional prosedur keselamatan kerja, dan pengamanan fasilitas negara.
Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), sekaligus inisiator kegiatan, Naufal Al Amin menjelaskan, penentuan lokasi assembly point dan jalur evakuasi telah melalui pertimbangan teknis, terkait keamanan dan kemudahan akses penyelamatan.
“Pemasangan assembly point dan jalur evakuasi ini sangat penting, agar saat terjadi keadaan darurat, seluruh petugas dan warga binaan mengetahui arah evakuasi yang tepat. Kami memastikan jalur yang dipilih aman, dan lokasi titik kumpul mampu menampung massa dalam jumlah banyak, untuk memudahkan penghitungan personel,” ujarnya.
Pelaksana Harian Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai, La Joi menegaskan, keberadaan sarana evakuasi menjadi komponen penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, di lingkungan pemasyarakatan.
“Titik kumpul dan jalur evakuasi ini adalah, sarana vital untuk meminimalisir jatuhnya korban, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran atau gempa bumi. Dengan adanya penanda yang jelas, kita dapat menciptakan sistem evakuasi yang lebih teratur, dan mencegah terjadinya kepanikan massal di blok hunian,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mendukung pemenuhan standar keselamatan, di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Maluku.
Menurutnya, penyediaan assembly point dan jalur evakuasi merupakan bentuk kesiapsiagaan instansi, dalam menghadapi potensi bencana.
“Saya berharap, fasilitas ini tidak hanya dipasang, tetapi juga diikuti dengan simulasi evakuasi secara berkala, agar seluruh jajaran di Lapas Wahai memiliki naluri penyelamatan yang baik, saat situasi darurat benar-benar terjadi,” kata Ricky.
Pemasangan titik kumpul dan jalur evakuasi di lingkungan Lapas Kelas III Wahai berlangsung lancar, dengan melibatkan petugas teknis, guna memastikan seluruh rambu terpasang permanen dan mudah terlihat.





