
KBML menggelar perayaan Hari Pattimura ke-209, yang berlangsung di Taman Wisata Rindu Alam Batu Putuk, Teluk Betung, Bandar Lampung, pada Sabtu (16/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Keluarga Besar Maluku Lampung (KBML) menggelar perayaan Hari Pattimura ke-209, yang berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kental dengan nuansa budaya Maluku, di Taman Wisata Rindu Alam Batu Putuk, Teluk Betung, Bandar Lampung, pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 500 warga asal Maluku, yang kini bermukim di Provinsi Lampung.
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, yakni Asisten III Pemkot Bandar Lampung, Desti Mega Putri, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandar Lampung, Paryanto, yang hadir mewakili Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat masuknya para tetua adat, pengurus KBML, dan pejabat pemerintah ke dalam lingkaran kain putih, yang diiringi tarian lenso sebagai simbol persaudaraan, penghormatan terhadap adat, serta persatuan masyarakat Maluku yang berada di tanah rantau.
Selanjutnya Ketua Panitia, Endelina Yohanes menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan, sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Maluku di Lampung, yang senantiasa menjaga solidaritas dan terus melestarikan budaya leluhur, melalui momentum peringatan Hari Pattimura ini.
Sementara itu, KBML, Dr. Saiful Sahri, A.Md.IP, S.Sos., M.H dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua KBML, Marthin Ch. Latuputy, S.H menegaskan, bahwa semangat perjuangan Kapitan Pattimura wajib terus diwariskan kepada generasi muda Maluku, khususnya bagi mereka yang sedang berada di perantauan.
Menurutnya, nilai perjuangan Pattimura tidak hanya dimaknai sebagai perlawanan terhadap penjajahan semata, melainkan juga sebagai semangat untuk menjaga persatuan, persaudaraan, dan identitas budaya Maluku di mana pun mereka berada.
“Momentum Hari Pattimura ke-209 ini menjadi pengingat bagi seluruh anak Maluku, agar senantiasa menjaga kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta terus memberikan kontribusi positif bagi daerah tempat mereka tinggal maupun bagi tanah leluhur Maluku,” ujar Marthin.
Ia mengatakan, nilai perjuangan Pattimura harus diwariskan kepada generasi muda Maluku, agar tetap memiliki semangat persatuan, keberanian dan kepedulian sosial di tengah perkembangan zaman.
“Hari Pattimura ke-209 ini menjadi momentum, untuk mempererat kebersamaan masyarakat Maluku di Lampungx sekaligus mengajarkan generasi muda agar tetap mencintai budaya dan tanah leluhurnya,” katanya.
Dia menyebut, masyarakat Maluku di perantauan juga harus terus menjaga hubungan harmonis, dengan seluruh elemen masyarakat di Provinsi Lampung.
“Kita harus terus menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga persaudaraan, toleransi dan kedamaian di Provinsi Lampung,” lanjutnya.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam rangkaian perayaan tersebut adalah, prosesi pembakaran obor, yang untuk pertama kalinya dilakukan oleh pihak KBML di Lampung.
Prosesi ini menjadi simbol semangat perjuangan Pattimura yang terus menyala, dan tidak pernah padam di dalam kehidupan masyarakat Maluku di perantauan.
Selain prosesi adat, suasana juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya, di antaranya penampilan kelompok vokal ibu-ibu KBML, kelompok vokal KBML Panjang, hingga tarian pica-pica yang menghidupkan suasana kebersamaan dan kegembiraan di antara seluruh peserta.
Panitia juga membagikan hadiah hiburan, yang merupakan sumbangan dari salah satu tokoh masyarakat asal Maluku, yang kini menjabat sebagai Kapolrestabes Bandar Lampung, yakni Kombes Pol. Alfret J. Tilukay.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan bersama, yang menyajikan beragam hidangan khas Maluku, seperti papeda dan ikan kuah kuning, yang kian mempererat tali persaudaraan masyarakat Maluku yang tinggal di Provinsi Lampung.
Perayaan Hari Pattimura ke-209 yang digelar oleh KBML tersebut berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum berharga, untuk memperkuat identitas budaya Maluku di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk di Lampung.





