
SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menggelar kegiatan pembekalan siswa-siswi Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Rylich Panorama, Jumat (3/7/2026) ini ditandai dengan pembukaan secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dengan simbolis memukul tifa dan mengenakan kalung peserta.
Program ADEM merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai upaya akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah Tanah Papua.
Pada tahun ini, sebanyak 90 siswa terbaik dari 1 kota dan 5 kabupaten di Papua Barat Daya terpilih untuk menempuh pendidikan menengah atas di sejumlah provinsi yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Tengah, serta Jawa Barat.
Jumlah Siswa-siswi dari Kota Sorong 16 orang, Kabupaten Sorong 16 orang, Kabupaten Raja Ampat 15 orang, Kabupaten Sorong Selatan 15 orang, Kabupaten Tambrauw 14 orang, dan Kabupaten Maybrat 14 orang
Seluruh biaya pendidikan, tempat tinggal serta kebutuhan sekolah peserta ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Gubernur Elisa Kambu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran program ini yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.
Ia menegaskan kewajiban pihaknya mulai dari proses rekrutmen, pembekalan hingga pemberangkatan peserta.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui kebijakan ini. Ini adalah momentum luar biasa bagi anak-anak Papua untuk belajar di luar daerah. Selama tiga tahun masa pendidikan, mereka tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, memperluas pergaulan dengan saudara-saudara dari berbagai daerah, serta mengakses fasilitas dan jaringan informasi yang lebih terbuka,” ujarnya
Berdasarkan pengalaman pelaksanaan sebelumnya, Gubernur Elisa menyebutkan peluang peserta program ADEM untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sangat besar. Pemerintah provinsi pun terus memberikan dukungan penuh bagi kesuksesan mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya Adolof Kambuaya menjelaskan proses seleksi peserta berlangsung secara objektif dan murni berdasarkan prestasi akademik. Tidak ada intervensi dari pihak manapun, termasuk dirinya selaku kepala dinas.
“Nilai rapor siswa yang dimasukkan ke dalam aplikasi resmi, kemudian diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan ditetapkan langsung oleh SMA tujuan. Kami hanya berperan memfasilitasi persiapan dan pembekalan di tingkat provinsi. Hak kelulusan sepenuhnya berada di tangan sekolah asal dan sekolah tujuan,” tegasnya.
Ia juga menepis isu yang menyatakan dinas pendidikan tidak berjuang memperjuangkan kuota lebih besar. Program ini berlaku merata bagi seluruh provinsi di Tanah Papua dengan kuota masing-masing 90 peserta. Selama dua hari pembekalan ini, pemerintah provinsi menanggung akomodasi dan konsumsi peserta sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan.
Kepala Dinas Adolof pun menyampaikan harapan dan pesan khusus kepada orang tua peserta.
Ia meminta dukungan penuh di tengah proses adaptasi yang mungkin dialami anak-anak, terutama pada bulan-bulan awal sekolah di lingkungan baru.
“. Kami berharap setelah lulus dari SMA unggulan di Jawa,Banten dan Bali, mereka dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri terbaik seperti UI, ITB, UGM, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan kampus ternama lainnya, bukan hanya di lingkungan Papua,” ucapnya
Program ADEM Tahun 2026 ini merupakan angkatan keempat yang diberangkatkan oleh Provinsi Papua Barat Daya secara berturut-turut sejak tahun 2023. Program ini sejalan dengan visi nasional menyiapkan generasi cerdas, berkarakter, dan kompeten guna menyambut bonus demografi Indonesia tahun 2045.(Mar)







