
SORONG,BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan pembekalan siswa-siswi Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Acc Aimas pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala BP3OKP Provinsi Papua Barat Daya Otto Ihalauw, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Barat Daya Suardi Thamal, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Adolof Kambuaya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Adolof Kambuaya menjelaskan Program ADIK merupakan wujud komitmen pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Tanah Papua, yang diselenggarakan di enam provinsi tanah Papua
Pembekalan ini bertujuan mempersiapkan mental dan kemampuan adaptasi peserta yang akan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, sebagian besar di Pulau Jawa, agar tidak canggung menghadapi perbedaan budaya dan lingkungan baru.
Untuk 775 formulir yang disebarkan kelima kabupaten dan 1 kota di wilayah papua barat daya , sebanyak 249 peserta yang memenuhi syarat dan lolos seleksi.
“Anak-anak ini diterima dari kemampuan diri mereka sendiri, tanpa bantuan perantara. Hal ini menunjukkan kualitas pendidikan kita semakin membaik,” ujar Adolof.
Ia juga mengingatkan kepala dinas pendidikan seluruh daerah untuk terus meningkatkan kinerja, agar peluang pendidikan ini dapat dimanfaatkan secara merata dan tidak menimbulkan ketimpangan.
Seluruh biaya kegiatan pembekalan ini ditanggung sepenuhnya dari Dana Otonomi Khusus (Otsus). Untuk narasumber dari Kementerian Pendidikan akan hadir untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait hak dan kewajiban peserta dalam mengikuti program ini.
Sementara itu, Asisten I Suardi Thamal menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan Program ADIK bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan jembatan emas bagi masa depan generasi muda Papua Barat Daya.
“Kehadiran 249 peserta di sini adalah bukti nyata bahwa talenta dari seluruh pelosok daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di perguruan tinggi terbaik,” tegasnya.
Suardi menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta: pertama, jadilah duta yang baik yang menjaga nama baik keluarga, suku, dan daerah dimanapun ditempatkan, kedua, kalahkan rasa takut dan rindu rumah, jadikan perbedaan budaya sebagai sarana pendewasaan diri, ketiga, tetap fokus pada tujuan, selesaikan studi tepat waktu, dan ingat harapan besar yang dititipkan orang tua serta daerah.
“Kalian berangkat hari ini sebagai tunas bangsa, kelak kalian harus kembali ke Papua Barat Daya sebagai pohon yang rindang, siap berbuah dan membangun tanah ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” ucapnya
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPR, MRP, BP3OKP, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atas sinergi dan kerja keras dalam mengawal program ini demi pemenuhan hak pendidikan anak-anak daerah.(Mar).







