
SORONG,BeritaAktual.co – Agus Waluyo Kamaruddin resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Barat Daya untuk masa bakti 2026 -2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) I yang digelar di Hotel Belagri, Kota Sorong, Rabu (1 Juli 2026).
Dalam pernyataannya di sekretariat HNSI Papua Barat Daya, Sabtu (4 Juli 2026), Agus menegaskan HNSI merupakan organisasi berjenjang dari tingkat pusat hingga desa, sehingga dirinya berperan sebagai perpanjangan tangan untuk menyalurkan seluruh program pemerintah kepada pengurus di setiap wilayah, agar manfaatnya dirasakan langsung oleh para nelayan.
Ia menandai dua persoalan utama yang segera diperjuangkan: kelangkaan BBM bersubsidi dan ketersediaan es balok. Menurutnya, kesulitan mendapatkan solar bersubsidi memaksa banyak nelayan membeli bahan bakar non-subsidi dengan harga hampir dua kali lipat, yang membebani biaya operasional melaut secara drastis.
“Kami akan berupaya memberikan jaminan kepastian agar nelayan mendapatkan haknya atas BBM bersubsidi, sehingga aktivitas penangkapan ikan dapat berjalan lancar,” ujar Agus.
Masalah serius lainnya adalah sulitnya mendapatkan es balok penyimpanan ikan. Banyak nelayan harus mengantre berhari-hari, sehingga hasil tangkapan cepat rusak dan harga jual menurun. Agus berjanji memastikan pasokan es balok tersedia memadai, menjaga kualitas ikan agar nilai jualnya tetap terjaga. Selain itu, pihaknya juga akan memperjuangkan stabilitas harga jual hasil tangkapan.
Agus juga menyampaikan perhatian khusus pada program pemerintah bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta nelayan tradisional di kawasan pesisir. Pengurus HNSI di tingkat kabupaten, kota, hingga distrik akan menjadi ujung tombak dalam menjangkau dan menyalurkan bantuan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris DPD HNSI Papua Barat Daya Naftali Wabdaron mengajak seluruh elemen mendukung organisasi ini demi meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
“HNSI berdiri maka nelayan juga ikut berdiri. Tidak ada lagi perbedaan, mari kita berjuang bersama. Jika Papua Barat Daya sejahtera, maka kesejahteraan nelayan juga harus meningkat. Indonesia maju, nelayan harus kuat; Indonesia sejahtera, nelayan juga harus ikut sejahtera,” tutupnya (*/Mar)






