
KOTA SORONG,BeritaAktual.co – Dinas Kesehatan Kota Sorong telah membentuk tim investigasi sekaligus tim audit untuk menelusuri kasus kematian seorang anak kecil yang belakangan ini viral di media sosial Facebook, yang menyertai laporan mengenai dugaan keterlambatan penanganan medis di Rumah Sakit Maleo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menjelaskan bahwa kejadian tersebut sebenarnya telah berlangsung satu bulan yang lalu.
“Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan secara rinci, karena kami masih membutuhkan data lengkap dari seluruh fasilitas kesehatan yang menangani pasien ini dari awal hingga akhir penanganannya,” ujarnya.
Jemima menyampaikan, pihaknya akan melakukan audit menyeluruh terhadap kasus ini bersama seluruh fasilitas kesehatan terkait, guna mendapatkan fakta dan data yang jelas.
“Dengan hasil audit ini nantinya akan diketahui bahwa permasalahan yang terjadi berkaitan dengan pihak keluarga atau ada hal-hal yang menjadi kelalaian dari pihak fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Tim audit yang dibentuk terdiri dari berbagai tim petugas dari Dinas Kesehatan Kota Sorong, dokter spesialis anak, tenaga medis yang pernah menangani anak tersebut, perwakilan dari dunia akademisi, serta tim hukum.
Ia menambahkan bahwa hasil audit akan diserahkan kepada Wali Kota Sorong, lalu akan dipublikasikan secara terbuka kepada seluruh masyarakat. Proses audit ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu, mengingat harus meneliti berbagai data dari rumah sakit, laboratorium, dan pihak terkait lainnya
Jemima juga mengimbau seluruh tenaga kesehatan di semua fasilitas pelayanan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik, sepenuh hati, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Ia juga menegaskan agar sistem rujukan tetap dijalankan dengan benar,apabila fasilitas kesehatan pertama kali menerima pasien tidak mampu menangani kondisi yang disebabkan keterbatasan sarana, maka pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kemampuan pelayanan lebih lengkap.
Selain itu, Jemima menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sorong untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak, apabila mengalami keluhan atau gangguan kesehatan.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di seluruh puskesmas maupun rumah sakit.
“Jangan menunggu kondisi sakit semakin parah atau berat baru mencari pertolongan medis, karena hal tersebut dapat berisiko menyebabkan keterlambatan penanganan, penyembuhan yang lama, bahkan risiko kematian,” pungkasnya.(Mar)







