
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo Sandi) Kota Ambon, Ronald Lekransy menekankan tentang pentingnya membangun budaya bijak bermedia digital di lingkungan pendidikan, sebagai langkah strategis untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, berkualitas, dan mampu mencetak generasi berprestasi di era digital.
“Pemanfaatan teknologi harus selalu disertai tanggung jawab dan etika, agar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” kata Lekransy, saat dihubungi dari Ambon, Kamis (6/8/2026).
Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga dunia pendidikan tidak memiliki pilihan, selain terus beradaptasi dengan perubahan tersebut.
“Bijak menggunakan gawai dan media digital adalah, langkah kecil yang membawa dampak besar. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, produktif, dan penuh prestasi melalui pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Lekransy.
Ia menjelaskan, kehadiran perangkat digital seharusnya dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, yang mampu memperluas akses informasi, meningkatkan kreativitas, mendorong lahirnya inovasi, serta membantu peserta didik dan tenaga pendidik menjalankan proses belajar-mengajar dengan lebih efektif.
Meski demikian, Lekransy mengingatkan, bahwa perkembangan teknologi juga membawa tantangan yang perlu diantisipasi.
“Rendahnya literasi digital dapat membuka peluang terjadinya penyebaran informasi palsu, perundungan di dunia maya, hingga paparan konten yang tidak sesuai bagi anak-anak dan remaja,” tegas dia.
Karena itu, ia menilai, penguatan literasi digital harus menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat perlu berkolaborasi membimbing generasi muda, agar mampu memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Menurut Lekransy, literasi digital tidak hanya berbicara mengenai kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, etika, dan kesadaran dalam berinteraksi di ruang digital.
“Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga bagaimana membangun etika, tanggung jawab, serta kesadaran dalam memanfaatkan ruang digital. Dengan budaya digital yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, sekaligus melahirkan generasi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing,” tutup Lekransy.




